MENUJU PADA KEMAJUAN PERIKANAN BUDIDAYA INDONESIA

Selasa, Mei 26, 2015
Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar sehingga tidak mengherankan, Indonesia dikaruniai ekosistem perairan tropis yang memiliki karakteristik dinamika sumber daya perairan termasuk sumber daya ikan yang tinggi. Demikian, membuat Indonesia kaya akan beragam jenis ikan. 

Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan, Ir. Saut P. Hutagulung, M.Sc menginfokan sektor perikanan nasional tumbuh 8,64% (sumber BPS, Mei 2015). Angka ini sungguh fantastis karena sektor perikanan mampu unggul jauh dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 4,7%.

Perikanan budidaya: kegiatan memelihara, membiakkan ikan, serta memanen hasilnya dalam lingkungan terkontrol (sumber wikipedia). Perikanan budidaya memiliki potensi besar, dimana diramalkan pada 2021 konsumsi ikan perkapita penduduk dunia mencapai 19,6 kg / tahun (sumber laporan Badan Pangan PBB). Hal ini beralasan karena produksi perikanan tangkap cenderung menurun akibat overfishing. Produksi perikanan budidaya diharapkan bertumbuh lebih pesat lagi seiring adanya Gerakan Pakan Ikan Mandiri (GERPARI) melalui pemberdayaan budidaya ikan. 



KEUNTUNGAN PERIKANAN BUDIDAYA


sumber : http://www.cpp.co.id/uploaded/content/File/Financial%20Statement/Annual%20Report%20PT%20CP%20Prima%202010.pdf


Perikanan budidaya dapat dibilang unik karena memanfaatkan ruang 3 dimensi yang mencakup panjang, lebar, dan volume air. 

Perikanan budidaya yang dieksplor diharapkan mampu meningkatkan produksi perikanan nasional, membuka lapangan pekerjaan, dan akhirnya meningkatkan pendapatan masyarakat. Selain itu, diharapkan juga dapat menciptakan peluang untuk menghasilkan komoditas berkualitas dan bersaing di pasar Internasional. 

Indonesia merupakan negara padat penduduk sehingga merupakan pasar potensial untuk produk perikanan, namun tingkat konsumsi ikan masih rendah. Dengan adanya pertumbuhan ekonomi, kesadaran masyarakat akan konsumsi ikan juga akan meningkat, diiringi dengan adanya program Gemar Makan Ikan oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP).



PERMASALAHAN PERIKANAN BUDIDAYA


sumber : http://www.cpp.co.id/uploaded/content/File/Financial%20Statement/Annual%20Report%20PT%20CP%20Prima%202010.pdf


Pertumbuhan ikan tidak seragam sewaktu dipanen sehingga hal itu dapat mengurangi keuntungan bagi pembudidaya ikan. Faktor yang menyebabkan diantaranya faktor ketersediaan makanan yang tidak mencukupi dan faktor keturunan atau genetik.

Proses perikanan budidaya harus diperhatikan mulai dari pemijahan, pendederan, hingga siap dipanen. Permasalahan mengenai ketidaktahuan dalam menciptakan lingkungan bagi ikan yang kondusif dapat menjadi salah satu sebab perikanan budidaya tidak berhasil. Beragam penyakit serta virus dapat kerap menyerang ikan budidaya sehingga menghasilkan panen yang jelek dan pembudidaya merugi. 

Selain itu, semakin mahalnya harga pakan dan minimnya penggunaan teknologi yang dibarengi dengan pemasaran hasil panen yang sulit, membuat pembudidaya ikan meninggalkan potensi besar ini. 



MEMAJUKAN PERIKANAN BUDIDAYA INDONESIA

Gonjang-ganjing Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) semakin sering didengungkan. Bagai gayung bersambut, Indonesia mendapuk tugas sebagai kepala MEA Center di sektor perikanan. Oleh karena itu, diperlukan usaha dan proses yang serius dalam penanganannya, perhatian secara khusus dalam mulai tahapan awal hingga akhir pembudidayaan. 

Pada proses awal, diperlukan pengetahuan dalam hal pemijahan dan pendederan sehingga menghasilkan benih unggul. Sortir diperlukan untuk memisahkan ikan yang memiliki kecenderungan pertumbuhan lambat. Pemilihan benih yang berkualitas meliputi ukuran benih yang seragam, sehat, dan bebas penyakit.

Penempatan atau lokasi ikan budidaya wajib diperhatikan, apakah itu di bak, kolam, tambak, ataupun keramba. Topografi, konstruksi, kondisi tanah, dan kondisi air juga mempengaruhinya. 

Ketersediaan pakan sesuai dengan kuantitas ikan. Pemberian pakan meliputi beberapa hal, yaitu persentase pakan, frekuensi pakan per hari, ukuran pakan, dan kebutuhan protein disesuaikan dengan masa awal-akhir budidaya (sumber cp prima). 

Manajemen budidaya meliputi mengontrol kualitas air, kesehatan ikan, pencegahan penyakit, dan pemilihan SDM yang tepat. Penyakit atau virus menjadi momok bagi pembudidaya, pengantisipasian dilakukan dengan menjaga kebersihan dan pemberian anti virus. 

Pemasaran dapat menjalin mitra sukses dengan tengkulak, restoran, dan pengrajin produk olahan ikan budidaya. Diperlukan pihak bank yang dapat berperan dalam peminjaman modal sehingga pihak pembudidaya dapat menerima uang transaksi secara penuh untuk proses produksi selanjutnya. 



CP PRIMA

PT. Central Proteinaprima, Tbk didirikan oleh Charoen Pokphand Group pada 1980, perusahaan yang mempelopori dunia dalam praktek dan usaha budidaya akuakultur dalam skala besar yang terintegrasi vertikal. CP Prima juga menjadi perusahaan penghasil dan pengolah udang terbesar di dunia, pengekspor utama udang ke Amerika, Eropa, dan Jepang. CP Prima juga menjadi pemimpin pasar Indonesia dalam produksi benur, pakan udang dan ikan.


sumber : http://www.cpp.co.id/uploaded/content/File/Financial%20Statement/Annual%20Report%20PT%20CP%20Prima%202010.pdf


sumber : https://www.youtube.com/watch?v=OA3AO_a-DeY

CP Prima memberikan bukti nyata melalui penciptaan anti virus IMNV pada udang tahun 2014. CP Prima juga gencar memberikan pengetahuan akan perikanan budidaya kepada masyarakat dan siswa, melalui "Patin untuk Negeri" (2013) serta seminar bioteknologi perikanan (2015). Dengan demikian CP Prima melakukan pendampingan budidaya melalui proses kemitraan, bantuan alih teknologi, penyediaan pakan yang berkualitas hingga penyerapan hasil produksi dari pembudidaya. CP Prima di tahun 2015 memproduksi pakan ikan baru dengan harga murah sehingga dapat menekan biaya produksi dalam pembudidayaan. CP Prima juga telah memproduksi Frosh dan Fiesta Seafood (2012), udang frozen untuk Indonesia.

Kolaborasi yang baik diperlukan antara pembudidaya, industri, dan negara akan berdampak pada kemajuan perikanan budidaya. Pembudidaya mau mencari dan menerima pengetahuan, industri memberikan dukungan teknologi, dan dukungan negara melalui sistem yang saling menguntungkan.


0 komentar: