Viewers

Upaya Percepatan Pembangunan Kualitas Berbasis Perdesaan di Daerah Tertinggal untuk Meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia

Kamis, Oktober 30, 2014
Tema : Percepatan Pembangunan Kualitas Berbasis Perdesaan di Daerah Tertinggal



Dalam menciptakan bangsa Indonesia yang berkualitas dan dapat bersaing di kancah internasional, utamanya dalam mencapai visi pembangunan nasional tahun 2005 - 2025 yaitu menuju Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur, maka diperlukan sumber daya manusia yang handal. Oleh karena itu perlu mendapatkan perhatian adalah mengenai kesehatan, pendidikan, dan ekonomi, yang merupakan tolok ukur dalam peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM). Namun dalam rangka pencapaian pembangunan kesehatan yang adil dan merata pada setiap masyarakat Indonesia, maka perlu adanya kerja sama dari semua pihak, yaitu masyarakat itu sendiri, pemerintahan, dan juga pihak kesehatan. 

Sebagai masyarakat Indonesia mempunyai hak atas kesehatan beserta dengan hak dalam memperoleh akses atas segala fasilitas dalam bidang kesehatan, seperti tersedianya air bersih yang berkualitas, sarana dan prasarana sanitasi yang baik, serta unit pelayanan kesehatan yang memadai, dengan didukung oleh para dokter, bidan, dan suster ahli di bidangnya masing-masing, dimana dalam hal ini tertuang pada 5 pilar persedaan sehat. 

Perdesaan Sehat merupakan salah satu instrumen fasilitasi koordinasi pelaksanaan kebijakan percepatan pembangunan kualitas kesehatan berbasis perdesaan di daerah tertinggal (Perdesaan Sehat) dalam rangka pencapaian sasaran Prioritas Nasional (PN) 3 Kesehatan di daerah tertinggal, terdepan, terluar, dan paska konflik PN10, yang mempunyai 5 pilar, yaitu
1. Percepatan ketersediaan Dokter Puskemas bagi seluruh puskemas di daerah tertinggal
2. Percepatan ketersediaan Bidan Desa bagi seluruh desa di daerah tertinggal
3. Percepatan ketersediaan Air Bersih bagi setiap rumah tangga di daerah tertinggal
4. Percepatan ketersediaan Sanitasi bagi setiap rumah tangga di daerah tertinggal
5. Percepatan ketersediaan Gizi Seimbang bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita

Tidak dapat dipungkiri, Indonesia yang merupakan negara kepulauan, memiliki beberapa daerah terpencil yang susah dijangkau sehingga dinamakan daerah tertinggal. Pada umumnya di daerah tertinggal memiliki masalah kesehatan seputar :
-. gizi buruk
-. kurang pemahaman akan makanan yang sehat
-. kebiasaan buruk seperti merokok di area umum yang berbaur dengan anak-anak bahkan balita
-. imunisasi tidak rutin pada balita
-. MCK yang buruk karena kebiasaan masyarakat yang melakukan di area terbuka seperti sungai/kali
-. tidak mengerti akan kesehatan itu seperti apa
-. tidak menganggap serius akan kehamilannya, yang memerlukan asupan gizi yang baik

Namun hal ini bukan berarti daerah tertinggal semakin ditinggalkan, diperlukan upaya percepatan pembangunan daerah tertinggal berbasis kesehatan dengan beberapa langkah:

A. Musyawarah masyarakat Nagari
Merupakan sebuah wadah untuk menganalisis penyebab permasalahan kesehatan yang sedang terjadi di daerah tertinggal tersebut, sehingga dipikirkan mengenai solusi dari pemecahan permasalahan itu, yang dapat dilaksanakan melalui peraturan, anjuran, dan penanganan solusi. Musyawarah semacam ini harus rutin dilakukan agar masyarakat semakin paham akan pentingnya kesehatan.

B. Sanitasi yang baik
Cukup perlu dilakukan pemahaman mengenai pentingnya sanitasi yang baik dan meninggalkan kebiasaan yang umumnya mereka cenderung melakukan buang air besar (BAB) di tempat terbuka. 
Pengelolaan akan sampah yang baik juga diperlukan penyuluhan ke masyarakat, sehingga akan menciptakan udara yang kondusif dan berdampak pada kesehatan.

C. Air Bersih
Selain sanitasi, penting pula penyediaan air bersih yang sehat, mengingat air merupakan sumber kehidupan. Pemerintah diharapkan melakukan pembangunan sistem air bersih sehingga masyarakat tidak hanya mengandalkan air sungai yang sangat riskan pada musim kemarau panjang. 

D. Gizi
Penyuluhan akan pentingnya gizi yang baik harus secara terus menerus dilakukan di beberapa puskesmas terutama bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang memerlukan perhatian khusus pada asupan gizi nya. Gizi yang baik dan seimbang dimulai dari pemilihan jenis makanan yang sehat dan tepat, dan pengolaan bahan makanan yang benar. Dengan demikian akan turut menekan angka kematian akibat gizi buruk.

E. Bidan Desa dan Dokter Puskesmas
Tenaga terampil mutlak diperlukan dimana mereka akan sebagai contoh untuk menerapkan hidup yang peduli akan kesehatan. Bidan Desa diperlukan untuk segera membantu ibu hamil sehingga akan mengurangi tingkat kematian ibu hamil, dengan rutin kontrol dan selalu diawasi perkembangan kehamilannya. Dokter Puskesmas merupkan ahli yang sangat diperlukan, utamanya dalam penanaman pemahaman akan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan serta segera menangani beragam penyakit yang terjadi di daerah terpencil. Oleh karenan itu dibutuhkan bidan desa dan dokter puskesmas yang mengabdikan dirinya untuk desa tertinggal.

Upaya terhadap 5 pilar tersebut dijalankan bersama dengan segala upaya berbasis kesehatan seperti pencegahan penyakit yang mungkin saja terjadi dengan cara imunisasi, pemberian obat secara gratis di masa tertentu, fogging saat musim demam berdarah, diharapkan peningkatan akan indeks pembangunan manusia (IPM) dapat terlaksana dan mewujudkan Indonesia sehat. 



0 komentar: