Viewers

Ramah Lingkungan Itu Asik! Daihatsu Si Mobil Ramah Lingkungan

Minggu, Mei 05, 2013
Isu akan GLOBAL WARMING seakan telah menjadi GLOBAL WARNING, suatu peringatan keras bagi kita penghuni bumi untuk dapat memperhatikan serta memelihara bumi yang tengah merintih akibat perilaku manusia. Ambil saja contoh di jalanan. Kendaraan mulai bejubel dan kian hari kian padat, hal ini membuat polusi udara dimana-mana, akibatnya beragam penyakit pernapasan mengintai kita selalu.



Hal inilah membuat Daihatsu sebagai spesialis produsen mobil compact asal Jepang dan telah berkiprah di dunia otomotif selama 105 tahun ini, akan terus berinovatif dengan mengembangkan teknologi masa depan yang ramah lingkungan, mendukung perbaikan bumi, teknologi inilah disebut dengan teknologi hijau. Sebuah penamaan yang sederhana tapi begitu mengena, berharap dengan teknologi masa depan ini akan memberkan sumbangsih "hijau" bagi bumi *asekkk sip sip* Habisnya, aku sudah bosan ketika berada di jalan raya, aku harus menutup hidungku walaupun terasa panas dan sesak. 

Lalu apa sich yang dimaksud dengan teknologi hijau Daihatsu punya? bagaimana kinerjanya sehingga dapat disebut sebagai mobil ramah lingkungan? Yuks, kita intip penjelasannya di bawah ini :


Dalam teknologi hijau Daihatsu, terdapat 3 tahapan :



1. Teknologi Eco-Idle, dari namanya dapat diterka bahwa teknologi ini bersangkutan dengan waktu jeda/tunggu yang tentunya ramah lingkungan. Yup! benar, teknologi ini mengatur mesin untuk hidup atau mati secara otomatis terutama dalam suasana macet atau kecepatan kurang dari 70km/jam. Wuah... teknologi ini tentunya sangat sesuai bagi aku yang tinggal di Surabaya, memang Surabaya belum semacet Jakarta, namun kian hari kemacetan di Surabaya semakin bertambah parah seperti di Jakarta, tapi bukannya akan lebih boros BBM ? Tentu tidak! karena ini suatu teknologi hijau, dimana mesin mati pengertiannya adalah stand-by. Dengan teknologi ini justru didapatkan efisiensi BBM, yang mampu menghasilkan pembakaran yang sempurna dan meminimalkan keluaran CO2 dengan sistem i-EGR. Andaikan saja, jalanan yang macet, penuh sesak, dengan gas knalpot CO2 yang sangat berbahaya bagi kesehatan kita... wuah bisa laris manis tuh rumah sakit dan dokter *gggrrr...* Beruntunglah daihatsu dengan pembakaran sempurnanya turut menyehatkan bangsa hihihi :D

2. Tahapan berikutnya adalah menggunakan mesin 2 silinder turbocharged. Komponen mesin yang dipakai dikompres menjadi lebih sedikit sehingga berat mobil akan lebih ringan. Diusahakan berat mobil tidak lebih dari 730 kg *wow* Dengan memakai mesin 2 silinder, menandakan mobil ber-cc kecil namun melalui sistem turbocharged akan dihasilkan efisiensi BBM sebanyak 30% (1 liter : 30 km) dan bertenaga tentunya ^^ Istilahnya, kecil-kecil cabe rawit :p

3. Tahapan terakhir adalah Precious Metal Free Liquid Fuel Cell (PMfLFC) yang mana emisi keluaran gas CO2 nya nol. Menggunakan material yang ramah lingkungan dan sumber daya alam yang lebih sedikit, yang akhirnya membawa pada biaya (cost) yang lebih rendah. Pada tahapan ini, menggunakan bahan bakar cair, Hidrazin Hidrat, yang tidak menghasilkan keluarag gas CO2. Inilah asiknya, Daihatsu tidak menggunakan BBM jenis minyak. 

Mungkin bagi kita yang awam dengan bahasa otomotif, tidak begitu "ngeh" dengan beberapa istilah di atas. Namun yang menjadi suatu kepastian adalah DAIHATSU berkomitmen untuk menyelamatkan bumi dengan menghadirkan mobil yang compact (tidak terlalu besar kapasitas mesin/cc-nya), harga terjangkau, dan ramah lingkungan tentunya. Janganlah khawatir, walaupun kapasitas mesin tidak terlalu besar, tenaga mesin akan tetap optimal dan panas mesin akan berkurang.

Akhirnya aku dapat bernapas lega, berkendara nyaman, kesehatan terjaga, serta berdampak pula bagi orang lain dan bumi pada umumnya :D







Photobucket

0 komentar: