Indonesia : TOP Street Food-nya

Minggu, April 21, 2013
 Tema : Pandangan Anda Tentang Street Food Indonesia



Mendengar kata makanan atau kini yang lebih beken dengan kata kuliner, begitu menyenangkan dan perut ikut berdecak senang. Terlebih ajakan sahabat atau pasangan untuk menyusuri street food akan menjadi acara yang mengasyikkan untuk melepas kepenatan usai beraktivitas sambil bercengkerama dan mencicipi aneka makanan sekaligus mengisi perut sehabis si perut melakukan aksi drum-band nya. Ada apa dengan street food sehingga membuat heboh? Kalau boleh aku artikan, street food terjemahannya adalah makanan jajanan, yaitu berkumpulnya penjual makanan di suatu area/kawasan tertentu yang telah disepakati bersama. Lalu seperti apa sajakah yang dapat kita kelompokkan sebagai makanan jajanan? Sepengetahuanku yang pernah aku baca dalam bukunya Winarno, bahwasanya makanan jajanan terdiri atas 4 kelompok, yaitu :

1. makanan utama, yaitu golongan berat yang mengenyangkan, seperti nasi rawon, nasi soto, nasi campur, dan lain-lain.
2. panganan atau biasa kita sebut camilan, bersifat sebagai kudapan, seperti aneka kue basah, gorengan, dan lain-lain.
3. selain makanan, terdapat pula minuman, seperti es buah, es campur, es teler, es kacang ijo, es cendol, dawet, kolak, dan lain-lain.
4. dan terakhir adalah buah segar, seperti mangga, durian, jeruk, dan lain-lain. 

Nah, hampir di semua kota di Indonesia mempunyai street food, yang pada umumnya menjual 4 kelompok seperti yang aku sebutkan di atas. Pemerintahan kota yang bersangkutan menetapkan suatu daerah untuk dijadikan street food, kemudian mengundang para penjual untuk bergabung. Kebetulan aku orang Surabaya, yang mana telah mengunjungi beberapa street food di kotaku. Aku juga pernah mengunjungi street food di kota lain, seperti Jakarta, Semarang, Yogyakarta, dan beberapa kota lainnya. 



Apa pengalamanku akan street food Indonesia? 

>>> Menurutku, street food merupakan ide inisiatif yang sangat baik dan bagaikan gayung bersambut, yang disambut oleh masyarakatnya dengan antusias yang tinggi. Jika dilihat dari kebutuhan, memang manusia mempunyai kebutuhan untuk mengisi perutnya, selain itu hobi makan atau hobi berkuliner menjadi hobi umum bagi orang Indonesia. Baik itu anak-anak, remaja, dewasa, bahkan orang tua menyukai kuliner. 

>>> Street food umumnya berada di sebuah jalanan atau tempat tertentu yang cukup luas, kemudian para pengunjung memarkirkan kendaraannya dan menyusuri sepanjang street food dengan berjalan kaki. Hal inilah menambah suasana menyenangkan yang tidak dapat diungkapkan. Sambil berjalan kaki menyusuri, bagaikan sebuah pemandangan yang bikin kita "ngiler", berderetan penjual saling berebut menjajakan menunya ke pengunjung. Seakan, aku ingin membeli dan mencicipi semua menu yang tersedia. 

>>> Apa saja yang ada di dalam street food? Terdapat aneka makanan dari kelas bawah "ndeso" hingga kelas internasional dengan menu aslinya ataupun fusion dengan cita rasa Indonesia. Aneka camilan (snack) yang begitu menggiurkan, yang mana seringkali tidak sinkron antara mulut dan perut, mulut masi ingin melahap semuanya namun perut telah penuh dan menolaknya, itulah yang bikin sebel (gggrrr....). Minuman beragam, apa saja tersedia, mau minuman dingin, panas, es krim, lengkap tersedia. Buah-buahan segar pun juga tak mau ketinggalan sesuai dengan musimnya. Selain 4 kelompok besar yang selalu ada pada street food, terkadang di suatu daerah tertentu juga menambahkan lainnya untuk menambah semarak, seperti stan-stan kecil yang menjual pakaian dan aksesoris, wahana permainan, berbagai perlombaan, hingga live music. 

>>> Tidak hanya itu saja, beberapa street food di Indonesia mengangkat tema etnik Indonesia dengan suasana dan dekorasi khas Indonesia, yang menambah suasana menyenangkan tersendiri.

>>> Street food umumnya ramai pada weekend atau hari besar dan di malam hari. Tak heran, banyak orang yang saat ini mengagendakan acaranya untuk mengunjungi street food. Dapat diartikan di sini, street food telah menjadi obyek wisata. Akupun demikian, aku seringnya ke street food pada hari sabtu malam sekitar pukul 19.00. Pergi bersama rame-rame dengan keluarga atau teman, menyiapkan perut sejak siang hari dengan harapan dapat melahap menu street food sebanyak-banyaknya. Bagaimana tidak tergiur, menu yang tersedia umumnya unik dan menurutku langka didapat di tempat umum lainnya. Ya, utamanya itu makanan "ndeso" alias jaman dulu, seperti pentol, gorengan, kembang gula kapas, cireng, dan banyak lainnya.

>>> Selain suasananya yang enak dan rame, penuh warna, di street food, menu yang ditawarkan sesuai dengan kantong anak kos-kos-an, dengan harga yang relatif murah karena penjualnya sebagian besar adalah kaki lima, namun tentunya dengan cita rasa yang mantap di lidah. Memang bagi sebagian orang, masi menganggap bahwa menu di street food itu kurang terjamin kebersihannya, terlebih dijajakan di area terbuka. Kalau aku pribadi, ah aku tepis saja anggapan begitu. Aku sangat menikmatinya, baik menu dan suasananya yang khas pasar malam, dan aku pun begitu lahap menyantap menu dan tidak pernah sakit perut :D






Bagaimanakah street food Indonesia menurut pandanganku?

### Setelah pengalamanku mengunjungi street food, aku berpendapat : AKU MENYUKAINYA. AKU SUKA BANGET! Dan kurasa tidak hanya aku seorang yang berpendapat demikian, karena banyak orang bahkan sampai bejubel mengunjungi street food. 

### Street food tidak ada matinya. Justru street food semakin menggeliat bersemangat. Lihat saja pengunjung yang makin ramai dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, perlu adanya kesadaran bahwa street food adalah milik kita bersama, kebanggaan kita sebagai Indonesia. Bukan hanya tanggung jawab pendiri, bukan hanya tanggung jawab penjual, juga bukan hanya tanggung jawab pembeli saja. Kita semua saling membutuhkan, dan street food kini telah menjadi tujuan wisata dari warga sekitarnya sendiri maupun dari turis lokal maupun internasional. Ikon Indonesia harus terus kita perkuat. Dengan demikian, street food juga akan turut mempromosikan daerahnya dan juga Indonesia secara luasnya. 

### Street food di Indonesia diharapkan menjadi suatu ajang "pamer" bagi dunia internasional, bahwa di Indonesia mempunyai street food yang berkualitas, dalam pengertian :
-. bersih, menu yang disajikan hendaknya bapak/ibu penjual dapat menjamin kebersihan dan keaslian bahannya, juga di sekitarnya bebas sampah berserakan terutama sisa bungkus makanan/minuman.
-. rapi, penjual menempati lapaknya dengan rapi dan terklasifikasikan antara penjual makanan, minuman, camilan, buah, maupun pendukung seperti penjual baju dll. Dengan demikian pengunjung akan merasa nyaman dan tidak bingung.
-. aman, bebas dari anjal (anak jalanan) maupun pengamen yang mengusik kenyamanan. walaupun suasana ramai dan berdesakan, tidak ada copet ataupun tindakan kejahatan lainnya. Satuan/petugas keamanan wajib menjamin hal itu sehingga pengunjung merasa aman dan tidak takut, terlebih membawa anak kecil.
-. dominasi unsur Indonesia, dengan semakin mempertegas dan memperbanyak menu Indonesia, suasana khas Indonesia, permainan ala Indonesia, dan lainnya yang berbau Indonesia



bikin kembang gula kapas
es degan batok murni


icip-icip : micool, segeeerrr dingin :D









.: LESTARIKAN BUDAYA INDONESIA :.
        .: LESTARIKAN MENU-MENU INDONESIA :.
                .: LESTARIKAN STREET FOOD INDONESIA :.




*foto merupakan dokumentasi pribadi*



Photobucket

2 komentar:

Yessi Nurita Labas at: Kamis, Februari 06, 2014 5:17:00 PM mengatakan...

mbak, saya minta ijin untuk ambil foto utamanya untuk jadi watermark di CV saya. terima kasih :)

Ratna at: Jumat, Februari 07, 2014 11:13:00 AM mengatakan...

oke, silakan :D