Emasku Primadonaku

Selasa, Maret 12, 2013
Tema : Siapapun Dapat Memiliki Emas dengan Mudah dan Murah untuk Masa Depan


Dengar kata-kata emas, pastinya semua orang pasti mendengarkannya dengan seksama dan mata terbelalak. Bayangkan saja, emas kini menjadi primadona. Memang emas sejak jaman dahulu telah menjadi alat tukar, ya... bisa dikatakan emas dijadikan seperti uang jaman dahulu. Kemudian konon ada cerita bahwa emas itu berasal dari luar angkasa yang kemudian jatuh ke bumi dan terpendam tanah sehingga hal inilah yang menyebabkan emas lambat laun semakin menipis stoknya, dimana jumlah permintaan (demand) semakin meninggi sementara jumlah persediaan (supply) semakin merendah. Oleh karena itu, emas dianggap begitu berharga.

Emas dapat dibedakan menjadi 2, yaitu emas fisik dan emas non fisik. Logam mulia yang terdiri dari emas kepingan maupun batangan merupakan emas fisik yang mana berwujud barang dan dapat dipegang. Sedangkan emas non fisik biasanya diperdagangkan di pasar modal dalam wujud kontrak/surat. 

Emas memiliki sejumlah manfaat yang menggiurkan, tak heran terlebih lagi sejak krisis moneter tepatnya di tahun 2000 harga emas terus merangkak naik dan mencapai puncaknya di tahun 2011. Siapapun, orang tua maupun anak sekolahan mulai menabung dan membeli/mengumpulkan emas baik itu emas fisik maupun non fisik. Lagipula dalam mendapatkan emas terbilang mudah karena terjual bebas di toko emas dalam emas fisik dan siapapun juga dapat memiliki emas non fisik di pasar modal dengan persyaratan tertentu. 

Emas umumnya digunakan untuk investasi, contoh: sekarang ini saya mempunyai uang 10 juta hasil tabungan. Kemudian saya membelikan emas batangan sejumlah 10 juta tersebut dan mendapatkan 20 gram misalnya. Waktu terus berjalan, tak terasa 10 tahun ke depan nilai 20 gram emas saya tersebut tidak lagi 10 juta melainkan telah mencapai 17 juta misalnya. Saya mendapatkan keuntungan dari hasil investasi emas saya. 

Selain itu, emas juga dapat digunakan sebagai lindung nilai (hedging) dengan maksud meminimalisir kerugian yang mungkin dapat terjadi di waktu ke depan. Misalkan saya bercita-cita menyekolahkan anak saya ke Amerika 5 tahun lagi dengan uang yang dibutuhkan 100 juta (nilai sekarang). Tentunya saya tidak menyimpan sejumlah 100 juta dalam rekening bank saya karena 5 tahun ke depan biaya sekolah ke Amerika telah menjadi 150 juta misalnya, hal ini diakibatkan inflasi yang mana nilai mata uang melemah dan harga barang terus naik. Apabila saya menyimpan uang 100 juta saya ke bank maka 5 tahun ke depan uang saya tetap sebesar 100 juta dan saya kekurangan uang 50 juta untuk sekolah anak saya ke Amerika. Apa yang saya lakukan? Uang 100 juta yang saya punya saat ini saya belikan emas baik fisik maupun non fisik tidak masalah, dengan harapan kondisi emas selalu naik. Dan 5 tahun ke depan emas yang saya miliki dari 100 juta itu kini telah setara 150 juta dan itu memuluskan cita-cita saya untuk memberangkatkan anak saya sekolah di Amerika.

Benar sekali, emas kini bak raja yang selalu dipuja-puja. Kenaikan harganya yang spektakuler membuat kita terbius dan siapapun ingin memilikinya untuk masa depan. Namun tentunya kita wajib bijaksana. Emas mempunyai sejarah bahwa tahun 1973 hingga 1997 harga emas cenderung turun namun di tahun 2000 hingga 2011 emas kembali berjaya.Hal inilah yang membuat kita wajib berhati-hati dalam menjadikan emas sebagai primadona. 




Photobucket

0 komentar: