Viewers

Penggalangan Dana Online dengan Marimembantu.org : Aku Bangga Terhadapmu, Dion

Sabtu, September 15, 2012
Kategori : Gaya Hidup (artikel bercerita tentang pengalaman membantu sesama)


Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial yang mempunyai hati nurani serta perasaan. Walaupun kini jaman makin berkembang dan nilai-nilai kemanusiaan sering diabaikan, kejahatan mulai dari penipuan, perampokan, hingga pembunuhan kerap kita dengar. Namun sebenarnya manusia masih memiliki hati mungil yang masih suci, yang mana dalam suatu kondisi tertentu, manusia itu dapat tertunduk diam, merenung, dan mencuat kembali perasaan kemanusiaannya. Sebagai contoh, banyak manusia setelah melalang buana ke dunia kejahatan, akhirnya dapat sadar dan kembali ke jalan yang benar, merasa bersalah akan semua yang telah dilakukannya, dan mulai menata kehidupan yang lebih baik dengan berbuat baik dan peduli akan sesamanya.

Merasa peduli dengan sesama manusia akan menciptakan rasa damai dan nyaman dalam hati kecil kita. Terlebih usaha dan niat kita untuk membantu sesama yang mempunyai kekurangan atau kesusahan, akan merasa lega dan bangga kita sebagai manusia. Pada dasarnya, manusia yang ada di dunia ini merupakan saudara dan keluarga besar, jangan memandang dari daerah mana, agama apa, dari suku apa, dari ras apa, serta dari bangsa apa. Dunia memang diisi dengan manusia yang beragam, begitu indah bila kita dapat saling melengkapi dan membantu. 

Aku mengakui bahwa memang masih sulit untuk dapat berbagi, kita cenderung egois dan selalu mau paling menang, paling benar, paling di atas. Akulah yang nomor satu, akulah yang terbaik. Orang lain harus berada di bawahku. Akan tetapi kita juga harus sadar, bahwa roda kehidupan selalu berputar, kita tidak akan selalu sehat, tidak akan selalu hidup berkecukupan, juga tidak akan selalu paling pintar. Kita pasti pernah mengalami tahun-tahun kegagalan, seperti gagal dalam studi, terjadi kecelakaan, kondisi badan yang sakit atau kurang fit, pendapatan kita menurun, serta selalu bermunculan orang-orang baru dengan segudang prestasi. Itulah yang harus kita sadari terlebih dahulu.

Perasaan dan sikapku yang egois dan angkuh, akhirnya kusadari setelah aku juga mengalami kegagalan serta penurunan. Aku pernah mengalami kegagalan dalam studiku, aku jatuh sakit, hingga aku harus berjuang secara mandiri untuk men Aku mulai dapat mengaca akan kehidupanku. Aku mulai tau bersyukur dan berterima kasih. Sehingga hal demikian membuatku berubah, aku berbagi kepada sesama, walaupun itu hanya sekedar berbagi pengalaman, berbagi pengetahuan yang aku punya, hingga menyisihkan sebagian uangku untuk membantu mereka. 

Aku turut bahagia dan bangga, ketika anak yang kubantu menelponku dengan suara ceria untuk mengajakku janjian di sebuah pusat perbelanjaan. Dion, anak itu, dengan bangganya menunjukkan hasil rapor yang baru saja diterimanya. "Aku juara kelas" seru Dion dengan girang. Kemudian Dion tertunduk sebentar, matanya merah dan berkaca-kaca, Dion mengucapkan beribu terima kasih atas dukungan dan bantuanku. Akupun ikut terhanyut suasana itu. Aku memeluknya, dalam dadaku, aku merasakan suasana yang akrab, begitu dekat, bangga, senang, terharu, dan banyak hal positif lainnya. "Kakak bangga sama kamu, Dion" kataku. Senyum merekah di wajahnya dan akupun membalasnya. Kita berdua merayakan dengan makan di sebuah rumah makan besar yang telah kujanjikan waktu pertama kali bertemu Dion, jika Dion jadi anak yang baik dan berhasil, kita akan merayakannya di sini. 

Itulah sedikit pengalamanku membantu sesama. Besar atau kecil secara nominal, bukanlah hal yang mutlak, yang terpenting niat tulus dan ikhlas dari dalam hati. 

Kini dengan kemajuan jaman, dunia online sangat membantu dalam berbagai aspek, termasuk dengan membantu sesama. Sebuah website yang sangat bagus, www.marimembantu.org ,mari kita respon dengan baik. Marimembantu.org dengan tagline-nya "mudah berbagi dengan online, yang merupakan Lembaga Zakat Dompet Dhuafa. Mari kita bantu mereka" Kita dapat dengan mudah sedekah online dengan Marimembantu.org

Jadi... tidak ada algi alasan bagi kita untuk membantu sesama. "Aku ini niat untuk membantu, tapi.... aku sibuk, aku kerja dari pagi sampai malam, aku tidak sempat ke suatu lembaga utnuk donasi" berbagai alasan seperti ini kerap kita dengar. Kini alasan itu tentunya tidak ada lagi. Marimembantu.org mampu menanggapi dengan serius dan benar akan niat kita ini. 





Photobucket

0 komentar: