Viewers

Viro, Live the Moments

Sabtu, Juni 16, 2012
Sudah merupakan suatu karunia yang terbesar dan terindah, kita dilahirkan sebagai manusia di dunia ini. Itu berarti kehidupan akan mulai berjalan dan kita lewati, namun kehidupan di dunia tidak begitu indah, seperti halnya sebuah jalan tol. Walaupun jalan tol merupakan jalan bebas hambatan namun adakalanya juga terjadi halangan atau rintangan di sepanjang jalan tol tersebut. Begitupula dengan kehidupan kita. Seiring dengan bertambahnya umur kita, berbagai peristiwa akan kita lalui untuk mewarnai kehidupan kita.

Suka dan duka merupakan satu kesatuan yang tidak pernah dapat dilepaskan dari yang namanya kehidupan. Suka merupakan suatu peristiwa yang sangat membahagiakan dan akan membuat kita merasa senang dan bahagia, sedangkan duka merupakan suatu peristiwa yang sebenarnya jika kita dapat memilih, pasti kita tidak mau memilih peristiwa duka. Duka menimbulkan kesedihan bahkan tangisan.

Pentingnya memaknai berbagai peristiwa baik itu suka maupun duka, membuat kita dapat berdiri tegar dan menjadi manusia seutuhnya. Memang suatu kasus yang mudah, apabila kita menghadapi peristiwa suka. Sebagai contoh, momen keberhasilan saat wisuda dan mendapatkan gelar sarjana. Senyum merekah akan terlukis di wajah kita, begitu senangnya hati ini hingga kita merayakan pesta makan-makan untuk meluapkan kegembiraan hati. Sah-sah saja kita merayakannya karena itu merupakan hasil akhir yang kita peroleh dari proses panjang yang telah kita lalui. Adakalanya kita juga lupa unutk mengungkapkan syukur, rasa terima kasih atas campur tangan Yang Maha Kuasa atas keberhasilan ini. Kita sebagai manusia, cenderung melupakan Tuhan serta menganggap bahwa semuanya itu terjadi murni jerih payah kita.

Bagaimanakah apabila peristiwa itu dibalik? Bagaimanakah apabila kita disituasikan akan ketidaklulusan? Di saat teman-teman kita dapat menerima kabar gembira akan keberhasilan mereka dan dinyatakan lulus, namun kita menerima berita bagai disambar petir, kita dinyatakan tidak lulus. Tentu saja, rasa kaget dan tidak percaya bercampur aduk. Kemudian setelahnya kita akan meratapi keterpurukan kita, mengapa kita sampai tidak lulus. Apa reaksi kita selanjutnya?

Kita akan muram sepanjang hari bahkan untuk beberapa hari atau minggu. Mengunci diri di kamar dan menangis sejadi-jadinya untuk mengungkapkan kesedihan kita. Bahkan malu dan tidak mau bertemu dengan siapapun, selera makan juga menurun. Di saat-saat seperti itu, kita akan mencaci Tuhan, menyalahkan Tuhan mengapa berbuat tidak adil pada diri kita. Namun sebagian dari kita, justru akan sadar atas kesalahannya karena setiap peristiwa berasal dari sebab. Kita kembali ingat akan Tuhan di tengah kegagalan kita. Kita berdoa dengan tulus supaya dibukakan jalan terbaik bagi kita. Di sini akan timbul suatu penyesalan dan kemudian perbaikan diri.

Apapun peristiwa yang kita alami, sebagai manusia yang sempurna, kita harus dapat memaknainya. Keberhasilan harus dimaknai sebagai hasil dari proses dengan penuh ungkapan syukur serta tetap berendah hati. Kegagalan kita maknai sebagai suatu keberhasilan yang tertunda, bahwa kegagalan ini bukan akhir dari segalanya, namun suatu kesempatan bagi kita untuk menjadi lebih baik lagi. 

Sebuah contoh dari penulis sendiri dalam perjalanan hidup:
Kala SMA aku merupakan murid kesayangan guru Akuntansiku. Hal ini bermula ketika aku berhasil mendapatkan nilai yang spektakuler di kelasku. Seketika itu juga namaku selalu diingat oleh sang guru dan aku selalu mendapatkan nilai plus di mata sang guru. Bahkan pada saat ulangan berlangsung, aku bersama bebrapa temanku yang "spesial" dipindahkan ke bangku terdepan supaya mudah diawasi oleh sang guru, untuk berjaga-jaga sekelilingku yang mungkin saja mengangguku untuk bertanya-tanya akan jawaban dari soal ulangan itu. Tentu saja rasa senang meliputiku, aku begitu bangga atas prestasiku dan aku merasa "sok". Aku menganggap aku "bisa" dan kemudian meremehkannya. Hingga suatu ketika, aku mendapat nilai ulangan yang tidak lagi di atas rata-rata. Guruku pun kecewa terhadapku. Waktu itu aku merasa seakan "ditampar", aku telah gagal. Inilah buah dari kesombonganku. Aku dipanggil oleh guruku dan diberi motivasi, bahwa kehidupan itu merupakan pembelajaran, begitu juga dengan pelajaran Akuntansi. Aku tidak boleh begitu cepat merasa puas dengan hasilku, aku harus tetap selalu bersemangat untuk belajar, meningkatkan kemampuan Akuntansiku. Itulah sebuah contohku dari peristiwa suka yang kemudian berubah menjadi duka.

Selain itu, aku juga mempunyai sebuah kisah duka yang kemudian berubah menjadi suka:
Sekitar 3 tahun yang lalu, aku mengikuti sebuah ujian negara perpajakan. Dalam ujian tersebut, masing-masing peserta diberikan kesempatan 4x untuk mengulang mata ujian yang tidak lulus. Apabila setelah 4x ujian, peserta masih saja ada mata ujian yang tidak lulus, maka dianggap gugur dan harus mengulang semua mata ujian dari awal. Tentu saja aku mengalami kegagalan, aku gagal dalam ujian pertama, kedua, ketiga, dan ini merupakan kesempatan keempat yang berarti kesempatan terakhirku dalam mengulang 2 mata ujian yang tak kunjung lulus. Rasa cemas meliputiku, aku sangat ingin lulus dan tidak mengecewakan orang tuaku. Aku belajar dengan sungguh-sungguh. Alhasil dari proses kegagalanku di ujian pertama, kedua, dan ketiga, membuat aku tidak meremehkannya, membuat kau berusaha semaksimal mungkin serta tak lupa berdoa, meminta campur tangan Tuhan bekerja atas usahaku ini. Aku dinyatakan lulus. Aku berhasil melewati ujian itu di kesempatan yang terakhir. 

Aku akhirnya dapat sadar, bahwa kehidupanku diliputi peristiwa suka dan duka. Aku merasa begitu bahagia jika aku berhasil namun dalam keberhasilan itu, aku tidak boleh sombong, aku harus tetap berendah hati dan penuh rasa syukur. Dan saat aku berada dalam kegagalan, aku boleh saja meratapi kegagalanku karena proses yang telah kujalani itu salah. Namun aku segera bangkit, memperbaiki segala kesalahan dan segera menggapai keberhasilan. Itulah kehidupan, momen kehidupan harus kita jalani dengan penuh semangat pembelajaran sehingga menjadikan kita menjadi manusia yang tangguh dan sukses!


Di samping itu, air putih merupakan suatu obat mujarab dalam melalui setiap peristiwa, yang mana air putih dapat meredam rasa terkejut, cemas, suka, maupun duka. Meminum air putih yang cukup dalam setiap aktivitas kita, akan membantu kita memperoleh ketenangan dan rasa segar setiap saat. Namun air putih yang kita konsumsi tentunya harus berkualitas karena air putih itu akan membersihkan organ dalam kita serta memberi kelegaan di tenggorokan. Alangkah sedihnya, air putih telah banyak tercemar oleh polusi dan limbah, sehingga kita harus pintar-pintar dalam memilih air putih. Sudah layaknya Viro, air minum dalam kemasan yang menggunakan proses yang berkualitas dan menghasilkan produk berkualitas, sehingga kita dapat mendapatkan air putih yang higienis dalam menemani aktivitas dan menjalani peristiwa kehidupan kita.



Hal ini sejalan dengan Viro water dengan taglinenya Live The Moments yang berusaha mengajak kita untuk selalu memaknai momen kehidupan dan menjadikan kesehatan merupakan prioritas utama dalam hidup. Dan kesehatan itu terletak pada air, Viro water dengan websitenya www.viro.co.id yang merupakan air mineral dalam kualitas yang berkualitas tinggi produksi PT. Tirta Amarta. Produk Viro Water sudah terpercaya akan kualitasnya dan inovasinya, tersedia dalam berbagai ukuran, yaitu 240ml, 330ml, 500ml, 1500ml, dan galon 19L sehingga tidak ada alasan lagi untuk memilih Viro water, baik untuk bepergian, di rumah, maupun jamuan tamu.


Viro water juga menunjukkan eksistensinya dalam menjalankan tagline-nya, live the moments dengan menjadi bagian dari event yang sedang berlangsung, seperti konser linkin park yang heboh di Jakarta pada 21 September 2011 yang lalu. Viro water menjadi bagian di dalamnya, eksistensi kawula muda yang berapi-api bersemangat dengan dukungan viro water di dalamnya. Event ride your bike bersama transcorp tepat di hari valentine, 12 Februari 2012, Viro water menyajikan air mineral yang terbukti handal dan sehat bagi para peserta sebagai pelepas dahaga dan memberikan kesegaran tersendiri. Dalam Masserati 5K roadrace dalam aksi amalnya tanggal 1 April 2012, viro water turut menjadi bagian di dalamnya, kesegaran viro water memberikan bukti bukan janji lagi. Di tanggal yang sama, yaitu 1 April 2012, Viro water menjadi sponsor dalam event heboh Terusik Traxkustik. 


Kehebohan dan semangat dalam live the moments selalu berkaitan dengan air mineral yang sehat dan berkualitas, karenanya viro water hadir untuk memberikan semangat dan kesegaran dalam melewati berbagai peristiwa dalam kehidupan dan memaknai perjalanan hidup ini.


Photobucket

1 komentar:

Alwand Ahmad Urkhan at: Rabu, Juni 20, 2012 10:46:00 AM mengatakan...

semoga menaaang :D
kalo sempet ikutan GA saya juga yaa..
www.urkhanblog.com