Viewers

Inspirasi Anak Bangsa Akan Teknologi 4G Membawa Perubahan Bagi Indonesia

Kamis, Desember 22, 2011
Tema umum :
Upaya XL memberikan layanan telekomunikasi terbaik bagi pelanggan dan Indonesia

Tema khusus :
Menyambut lahirnya teknologi 4G di pasar Indonesia

Judul :
Inspirasi Anak Bangsa Akan Teknologi 4G Membawa Perubahan Bagi Indonesia



Perkembangan Komunikasi
Teknologi makin berkembang seiring dengan perkembangan jaman. Berawal dari komunikasi secara manual seperti diceritakan oleh orang tua maupun kakek-nenek kita. Komunikasi dahulu dilakukan melalui surat menyurat secara tulisan ataupun bertatapan langsung secara lisan dan itu menyita waktu. Kemudian teknologi terus dikembangkan dengan berbagai penemuan hingga munculnya teknologi 1G, 2G, 2,5G, 3G, 3.5G hingga yang ramai dibicarakan saat ini adalah teknologi 4G.

Teknologi 1G yang merupakan era generasi kita, dimana menggunakan telepon analog atau PSTN (Public Switched Telephone Network) yang menggunakan jaringan telepon tetap atau dengan kabel. Kemudian terus berkembang hingga teknologi 2G, 2.5G, dan 3G yang merupakan ISDN (Integrated Sevices Digital Network) yang didesain untuk jaringan telekomunikasi dengan membawa suara, data, dan video secara digital. Sebenarnya dalam rancangan, ISDN menggunakan serat sehingga tujuan untuk menyediakan layanan super cepat dapat terpenuhi, namun dikarenakan biaya yang terlalu mahal, maka diganti dengan kabel tembaga, menyebabkan kecepatannya menurun bahkan untuk video terlalu lambat dan mendapatkan kesan patah-patah. Dan di era inilah, internet mulai berkembang.

Baru-baru ini masih teringat kita akan booming-nya akan teknologi 3.5G yang juga disebut HSDPA (High Speed Downlink Packet Access) dimana memiliki kecepatan akses yang makin spektakuler hingga mencapai 3.6Mb/s dengan broadband connection. Itulah perkembangan teknologi yang kita alami, hingga saat ini telah ‘digodok’ mengenai teknologi 4G di Indonesia yang disebut-sebut akan mempermudah serta mempercepat akses kita.

Prof. Dr. Khoirul Anwar
Tampil beberapa waktu lalu di sebuah acara talkshow televisi swasta, Khoirul penuh dengan karisma. Memakai setelan jas hitam yang terlihat sepintas mencerminkan ke-jepang-jepang-an, namun masih menunjukkan kesederhanaan ‘wong ndeso’ serta gaya bicara yang khas ‘medok’ khas Jawa Timur-an. Lugas, cerdas, dan penuh dengan semangat untuk meraih yang lebih baik selalu. Menceritakan kisah perjuangan dan keberhasilannya yang diraih di Jepang.

Beliau adalah Prof. Dr. Khoirul anwar, seorang pria kampung asal dusun Jabon, Desa Juwet, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. ‘Wong ndeso’ yang berkat keuletannya menjadi berjaya di negeri orang, Jepang dengan memegang dua hak paten dalam bidang telekomunikasi.

Pendidikan Prof. Dr. Khoirul Anwar
Khoirul ditinggal meninggal ayahnya saat lulus SD tahun 1990, kemudian segala ekonomi keluarga menjadi tanggung jawab ibunya yang terus berupaya menyekolahkan Khoirul dengan harapan Khoirul mendapatkan pendidikan yang lebih. Namun seakan bintang keberuntungan selalu menaungi Khoirul, walaupun hidupnya serba pas-pas-an, ketika Khoirul menempuh pendidikan SMA di Kediri, Khoirul mendapatkan tempat kos gratis.

Prof. Dr. Khoirul Anwar merupakan lulusan dari Teknik Elektro ITB (Institut Teknologi Bandung) pada tahun 2000 dengan predikat cumlaude, dimana selama masa studinya Khoirul mendapatkan beasiswa. Khoirul terus melaju pesat dengan otaknya yang cemerlang hingga mendapatkan beasiswa dari Panasonic yang mengantarkannya meraih master di NAIST (Nara Institute of Science and Technology), Jepang, pada tahun 2005. Serta mendapatkan beasiswa dlama program doktoralnya dari perusahaan Jepang. Beliau juga mendapat IEEE Best Student Paper Award of IEEE Radio and Wireless Symposium di California, USA, pada tahun 2006 serta mendapat penghargaan di bidang Kontribusi Keilmuan Luar Negeri oleh Konsulat Jenderal RI Osaka pada tahun 2007. Berprofesi menjadi Asisten Professor di NAIST dan meraih professor pada tahun 2008.

Pengalaman Pantang Menyerah di Masa Kecil
Obsesi, niat, ulet, dan kecerdasan otak sejak kecil ternyata telah dipupuk. Khoirul kecil sangat tercengang dengan mayat Firaun yang tetap awet dan utuh hingga sekarang. Selidik punya selidik, diketahuilah bahwa semuanya itu berkat teknologi pembalsaman. Khoirul yang merupakan anak kedua dari pasangan petani Sudjianto (alm.) dan Siti Patmi, kemudian menerapkan teknologi balsam itu terjadap peliharaan burung kesayangannya yang telah mati. Untuk mengawetkan jasad dari burung kesayangannya, Khoirul memakai balsam gosok di rumahnya. Dalam pikirannya, kegembiraan menyelimutinya, diharapkan burung kesayangannya itu akan dapat awet seperti Firaun, sehingga dengan penuh semangat, Khoirul segera melumuri seluruh badan burung dengan balsam gosok. Namun teknologi pembalsaman pada burung kesayanggannya itu tidak berhasil. Sebuah percobaan Khoirul yang gagal, namun hal itu tidak menyurutkan semangat Khoirul untuk terus melakukan percobaan bahkan yang lebih luar biasa lagi.

Cerita kesuksesan Khoirul hingga mendapatkan patennya di Jepang berawal saat Khoirul berada pada batas akhir pengajuan tema penelitian untuk mendapatkan dana riset. Terbersit suatu ide cemerlang dalam pikiran Khoirul yang diilhami dari sebuah film animasi Jepang, yaitu Dragon Ball Z. Formula alogaritma dalam penelitiannya diinspirasi dari tokoh utama Dragon Ball Z, Goku, yang menyerap semua energi makhluk hidup dalam mengeluarkan jurus andalannya ‘ha-meha-meha’ Genki Dama atau Spirit Ball, yang menghasilkan tenaga yang luar biasa.

Penelitian Khoirul yang berjudul A Simple Turbo Equalization for Single Carrier Block Transmission without Guard Interval Khoirul mengandaikan Turbo Equalizer sebagai jurus Goku yang mengumpulkan semua energi dari blok transmisi yang tertunda maupun yang terdahulu untuk menghilangkan gangguan data akibat interferensi gelombang

Khoirul Dewasa dengan Penelitiannya
Hal itu dibuktikan dengan percobaan pertamanya yang berhasil menciptakan efisiensi pada telepon seluler, mengurangi daya transmisi pada orthogonal frequency division multiplexing. Dari percobaannya hasil yang didapatkan sangat spektakuler, kecepatan data yang dihasilkan justru makin meningkat, yang kemudian dikenal dengan istilah teknologi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing). Dengan memperkenalkan spreading code yang menggunakan Fast Fourier Transform sehingga menghasilkan tingkat kompleksitas yang rendah. Daya yang berhasil diturunkan mencapai 5dB atau sama dengan 100.000 kali lebih kecil dari yang diperlukan sebelumnya sehingga gadget yang digunakan tidak perlu menyediakan cadangan daya yang tinggi. Atas percobaanya bersama koleganya ini, Khoirul mendapatkan hak patennya yang pertama di Jepang.

Sesuatu yang telah diraih Khoirul, lantas tidak begitu saja merasa puas. Khoirul terus mengembangkannya hingga mendapatkan hak patennya yang kedua dan lagi-lagi di Jepang. Dalam percobaannya yang kedua ini, Khoirul berusaha untuk melenyapkan GI (guard interval) yang semua sinyal dikirimkan secara nirkabel, dimana hal itu sangat mustahil untuk dilakukan dalam bidang telekomunikasi, yang asumsinya frekuensi akan saling bertabrakan jika tiadanya suatu jarak atau interval. Kronologisnya seperti di sebuah ruangan kecil yang mana terdiri dari 20 orang di dalamnya dan 20 orang tersebut semuanya berbicara dengan keras dan pada saat bersamaan, tentunya menimbulkan suatu kebisingan tersendiri. Tetapi Khoirul mengembangkan suatu perumusan alogaritma khusus yang dapat menghilangkan interferensi tersebut dan mencapai performa yang sama dan bahkan hasilnya lebih baik dari sistem biasa dengan guard interval.

Penelitian Khoirul yang dilakukan bersama professor utama Tadashi Matsumoto untuk pengajuan proyek ke Kinki Mobile Wireless Center. Formula alogaritma yang diciptakannya, kemudian dibuat programnya secara konkirt oleh rekannya Hui Zhou. Hasil penelitian ini dapat diaplikasikan pada system telekomunikasi GSM (2G), CDMA (3G) serta pada 4G yang membutuhkan kinerja tinggi dengan komplesitas yang rendah. Di samping itu, juga dapat diterapkan di Indonesia terutama kota besar dengan banyaknya gedung-gedung tinggi serta daerah pegunungan yang umumnya gelombang yang ditransmisikan mengalami pantulan dan delay yang lebih panjang.
Hasil penelitian yang spektakuler ini mengantarkan Khoirul meraih penghargaan Best Paper kategori Young Scientist pada IEEE VTC (Institute of Electrical and Electronics Engineers Vehicular Technology Conference) pada tahun 2010 di Taiwan.

Saat ini Khoirul tetap menetap di Jepang dengan mengisi kesibukannya sebagai asisten professor di NAIST, mengajar mata kuliah engineering, melakukan berbagai percobaan/penelitian, serta membimbing para mahasiswanya. Kini Khoirul sedang terlibat proyek akan dua topik penelitian yang dilakukannya secara individual dan enam topik penelitian lainnya yang dilakukan secara bersama-sama dengan enam mahasiswanya.

Khoirul memang telah lama menetap di negeri orang, namun dalam janjinya Khoirul akan selalu meletakkan Indonesia di dalam sanubarinya yang paling dalam. Suatu saat nanti Khoirul akan kembali ke Indonesia setelah banyak ilmu yang diserapnya danri negeri orang. Khoirul membuktikannya dengan selalu memegang teguh agama Islam yang diyakininya serta berusaha menjadi duta Indonesia dengan memberikan kuliah mengenai kebudayaan Indonesia yang beragam dan unik.

Menyambut Teknologi 4G di Ranah Indonesia
Dari segi pengguna, mereka semakin untuk cepat beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang begitu cepat. Dengan demikian pasar teknologi akan terus menggeliat dan berkembang pesat di tahun ini, tahun depan, dan terus hingga tahun-tahun yang akan datang. Teknologi 4G seakan telah menjadi target bersama para vendor gadget. Mereka saling berlomba-lomba untuk menciptakan gadget yang mengusung teknologi 4G ini.

Prof. Dr. Khoirul anwar telah berhasil menemukan teknologi 4G, selanjutnya bagaimana pengaplikasiannya di Indonesia? Kelanjutan dari teknologi 3.5G ini memang mendapatkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat utamanya pencinta gadget. Konsumen khususnya generasi muda yang modern dan familiar dengan teknologi, memiliki aktivitas yang semakin tinggi akan kebutuhan internet. Dengan kehadiran teknologi 4G, komunikasi akan dibuat semakin praktis dan tidak terbatas. Semuanya sangat memungkinkan, komunikasi dilakukan dengan menggunakan media komputer, laptop, PDA, atau bahkan melalui ponsel yang dihubungkan dengan internet. Dengan demikian komunikasi akan dapat terjadi dengan mudah dan semakin murah tentunya di kemudian hari. Tentunya konsumen juga telah membuat ekspektasi tinggi terhadap teknologi 4G dengan kecepatan transfer data hingga mencapai 54Mbps.

Teknologi 4G Bagi XL
PT XL Axiata Tbk dengan membawa XL selaku operator besar di Indonesia tak mau tinggal diam dengan adanya perkembangan teknologi 4G di Indonesia, dengan melakukan uji coba dalam jaringan LTE (Long Term Evolution) di Grha XL Mega Kuningan, Jakarta. Sebagai contoh konkritnya, XL bekerjasama dengan Ericsson Indonesia mengadakan siaran langsung televisi pada channel SCTV secara live streaming melalui internet dalam pertunjukkan musik Pandji Pragiwaksono pada 20 Desember 2011.

Selain itu, XL juga memberikan kesempatan kepada para blogger serta jurnalis untuk mencicipi teknologi LTE ini yang dikonfirmasi mampu mengirim data dalam kapasitas besar secara simultan, hasilnya saat download data dengan kapasitas besar 300Mb hanya diperlukan waktu lebih kurang 66 detik saja yang biasanya memerlukan waktu sekitar 1 jam. Untuk hasil video conference yang dilakukan dari pusat uji coba di Grha XL Mega Kuningan ke Gedung Ericsson Pondok Indah, kualitas gambarnya jelas dan tidak patah-patah.

XL juga melakukan kerjasama studi dengan UI (Universitas Indonesia) dan ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya) untuk mendalami teknologi LTE.
Diyakini XL bahwa saat ini konsumen membutuhkan layanan yang mengedepankan kualitas dan tidak hanya soal tarif yang murah saja.

Namun layanan teknologi LTE yang berbasis teknologi 4G ini diperkirakan XL baru bisa dikomersialkan ke masyarakat luas dalam 2 hingga 3 tahun ke depan, karena masalah frekuensi yang diperolehnya, sehingga diharapkan pemerintah Indonesia akan ikut andil dalam hal ini dengan menata semua frekuensi yang ada di Indonesia.

Selayang Pandang Teknologi 4G
Komunikasi dapat dilakukan melalui jaringan internet dan hal itu sangat mudah, praktis, dan cepat. Dalam teknologi 4G, semua suara, data, dan arus multimedia dapat diterima oleh pengguna dengan lebih cepat daripada teknologi sebelumnya, dimana saja dan kapan saja serta dengan harga yang semakin terjangkau. Kecepatan teknologi 4G nantinya diperkirakan mencapai 100Mb/detik dan 1Gb/detik baik di dalam maupun di luar ruangan sehingga akan memberikan kecepatan akses data baik upload maupun download berkapasitas besar sekalipun, yang berdampak pada efisiensi jaringan.

Betapa mudahnya apabila teknologi 4G benar-benar menyambangi kita. Kehidupan kita perlahan berubah menjadi peradaban yang modern. Ruas-ruas jalan raya atau jalan tol diberi kamera CCTV dengan live streaming yang dapat masyarakat akses melalui gadget-nya untuk mengetahui kondisi jalanan secara real time. Coba bayangkan, alangkah menyenangkan apabila kebutuhan entertainment kita sangat mudah aksesnya. Kita dapat melihat televisi lokal, internasional, maupun film bioskop terbaru melalui gadget. Selain itu, dalam urusan komunikasi dengan keluarga maupun urusan bisnis yang terbentang jarak, dapat dilakukan secara video conference. Untuk kebutuhan leisure, online shopping menjadi sesuatu yang mengasyikkan, terlebih bila dapat memilih barang belanjaan kita langsung pada store yang bersangkutan melalui teknologi live streaming. Dan contoh-contoh lainnya yang akan terdaftar sepanjang jalan apabila kita terus berandai-andai akan kemodernan hidup ini dengan teknologi 4G.

Dibalik segala kelebihan dari lahirnya teknologi 4G, kita patut kebih mewaspadai efek yang akan ditimbulkannya. Teknologi 4G ini juga akan membuat semakin mudahnya hal-hal yang dapat diunduh maupun diakses secara gratis dari internet, sehingga batasan-batasan antara boleh dan melanggar hukum menjadi tidak tegas lagi serta masalah kesehatan yang membuat manusia semakin dibuat ‘enak’ sehingga kurang bergerak serta efek dari sinyal, frekuensi, dan lainnya.

Akan tetapi teknologi 4G di Indonesia saat ini masih boleh dikatakan suam-suam kuku. Diperlukan adanya upaya dalam menyambut lahirnya teknologi 4G di Indonesia yang melibatkan banyak pihak. Dari segi pemerintah Indonesia diharapkan mendukung penuh akan teknologi 4G ini sekaligus sebagai apresiasi terhadap jasa anak bangsa Prof. Dr. Khoirul Anwar atas temuannya. Penataan frekuensi yang ada di Indonesia sehingga masing-masing penyedia layanan akan mendapatkan jatah frekuensinya. Dari segi penyedia layanan diharapkan menggandeng para vendor lainnya untuk membangun infrastruktur yang memang tidak murah serta menyediakan secara kontinu yang terus dikembangkan akan perangkat atau gadget atau modem untuk 4G di pasaran. Pemberian kualitas yang baik kepada masyarakat juga harus diprioritaskan oleh penyedia layanan. Kemampuan kita akan menyediakan teknologi di bawah 4G terkadang masih ‘byar pet’ diharapkan makin diperbaiki lagi yang tidak hanya mengedepankan tarif yang murah saja melainkan kualitas sebagai prioritasnya sehingga siap memasuki teknologi 4G yang memiliki kualitas lebih ekstrim lagi dibandingkan teknologi sebelumnya.

Teknologi 4G berbasis Internet Protocol (IP) yang semuanya menggunakan IP address sehingga hal ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi penyedia layanan untuk terus menawarkan sesuatu yang menarik bagi konsumennya. Lahirnya teknologi 4G di Indonesia mulai menjalar, siap atau tidak siap, kita semua baik penyedia layanan maupun konsumen sudah selayaknya siap dalam menghadapi perubahan teknologi ini sebagai sebuah konsekuensi dari perkembangan jaman.

Dengan adanya kemajuan pada bidang komunikasi akan berdampak pada perubahan pada bidang lainnya yang tentunya perubahan ke arah yang semakin lebih baik. Dengan demikian Indonesia akan mengalami suatu perubahan, mempunyai anka bangsa yang cerdas dan kreatif, mempunyai masyarakat yang cakap akan teknologi, mempunyai sarana dan prasarana yang mendukung perubahan tersebut, sehingga pada akhirnya dicapai suatu kemajuan perekonomian pada bangsa ini yang membawa pada suatu bangsa yang besar. Amin.





Daftar Pustaka
Ilhamdi. 2009. “4G untuk Indonesia”. http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=11&jd=4G+untuk+Indonesia&dn=20091215084249 (diakses 21 Desember 2011, pk. 12.35 WIB)

Pendowo. “Dr. Khoirul Anwar Peneliti Sukses di Negeri Jepang”. http://pendhowo.com/dr-khoirul-anwar-peneliti-sukses-di-negeri-jepang/ (diakses 20 Desember 2011, pk. 13.35 WIB)

“4G”. http://id.wikipedia.org/wiki/4G (diakses 17 Desember 2011, pk. 15.40 WIB)

“Penemu 4G dari Indonesia Cuma gigit Jari”. http://www.haryantoblog.com/2011/01/penemu-4g-dari-indonesia-indonesia-cuma-gigit-jari.html, (diakses 19 Desember 2011, pk. 22.10 WIB)

“Profesor dari Kediri Penemu Teknologi 4G”. http://portal.paseban.com/news/1767/profesor-dari-kediri-penemu-teknologi-4g (diakses 17 desember 2011, pk. 15.55 WIB)

“Prof. Dr. Khoirul anwar Orang Jenius Indonesia yang Sukses di Luar Negeri”. http://boediinstitute.wordpress.com/2011/05/16/prof-dr-khoirul-anwar-orang-jenius-indonesia-yang-sukses-di-luar-negeri/ (diakses 22 Desember 2011, pk. 12.30 WIB)

“Ujicoba Teknologi 4G LTE’. http://chip.co.id/articles/news/2010/12/28/xl-ujicoba-teknologi-4g-lte/ (diakses 21 Desember 2011 pk. 12.35 WIB)





Photobucket

0 komentar: