Lomba Dunia Maya-Aku Bisa!!!

Selasa, Juni 07, 2011
Dunia maya memang lagi marak-maraknya, terlebih lagi jaman yang makin modern, semuanya serba instan, dan praktis. Terciptalah sebuah dunia maya, dimana layaknya dunia nyata, kita dapat saling berinteraksi dengan yang lainnya tanpa bertatap muka, tanpa terbatas ruang dan waktu. huebattt tenan!!! dan semuanya itu hanya diperlukan komputer dan sambungan internet.

Dalam dunia maya terdapat beraneka ragam kehidupan pula, dimulai dari ajang pencarian informasi yang "bener" karena kita dengan mudahnya mendapatkan informasi terkini dan komplit. Selain itu terdapat juga arena media jejaring sosial, wuih dari sini aku bisa terkoneksi kembali dengan temen2 jadul, guru2, hingga kerabat baru utnuk saling melepas rindu, bercuap-cuap, berbagi informasi, hingga urusan bisnis. Terus juga, sekarang ini lagi maraknya video amatir yang menjadikan obyeknya menjadi terkenal seketika, ckckck cukup ampuh, yaa dipikir-pikir juga bisa donk, karena dunia maya ini bener-bener menggurita. namun catatan dari saya, hendaknya memasuki dunia maya dengan "tameng" sehingga kita akan selalu dapat menangkis godaan buruk yang menyesatkan.

Tetapi dari kesemuanya itu, aku tentunya mempunyai cerita tersendiri. Jujur kuakui memang aku mulai berkenalan dengan dunia maya sejak jamanku di SMP hingga kini, dan bahkan boleh dibilang sedikit maniak, karena aku selalu masuk ke dunia maya setiap harinya.

Ceritaku begini mulanya:
Suatu ketika, tunanganku diterima bekerja di Jakarta. Memang awalnya merupakan berita gembira karena memperoleh pekerjaan yang lebih baik dan juga beserta fasilitas lengkap sebagai "embel-embelnya". Namun itu hanya di satu sisi, rasa kecewa dan kepedihanku kurasa tidak ada yang bisa merasakannya. Aku harus menjalani kehidupan di Surabaya sedangkan tunanganku di Jakarta. Rentang jarak memang tak seberapa karena dapat ditempuh dengan pesawat yang hanya 1 jam, namun rasa hati yang rindu ini yang tak bisa dipungkiri.

Hari-hari aku coba jalani dengan mengisi waktuku, yang biasanya aku selalu melibatkan waktuku bersamanya, kita aku bingung dengan apa yang harus aku lakukan. Dengan langkah gontai di sore hari, aku hendak membuka laptopku di kamar seusai aku bersantap malam. Tiba tiba handphoneku berdering, di ujung telepon aku mendengarkan suara tunanganku yang mengajakku untuk chatting dengan menggunakan webcam untuk melepas kerinduan kami.

Bergegas dengan semangat, aku langsung memencet tombol power di lapotopku. Dan... tralala.... aku telah masuk ke dunia maya. Aku terhubung dengan tunanganku. Di layar, aku bisa melihat wajah dan senyumannya walaupun dengan terpatah-patah karena koneksi di Indonesia yang kurang yahud.

Dari perbincangan kami, tunanganku memberitahukan sebuah link dan katanya kalau aku penasaran coba buka saja. "Tenang itu bukan link virus" sambungnya. Yaaa mulanya karena rasa penasaran doang, aku mencoba membukanya. Di sana aku memasuki sebuah situs Kementerian Negara Riset dan Teknologi, dimana sedang mengadakan lomba penulisan storyline. Wuihhh bingung aku dengan maksud tunanganku itu apa. Ternyata aku didorong untuk mengikuti lomba itu dalam rangka membunuh kebosanan dan kerinduanku.

Boro-boro aku ikut lomba. kata storyline saja aku nggak "ngeh". Lalu keesokannya aku telah melupakan soal lomba itu. Namun di hari ketiga, kembali tunanganku bertanya apakah aku telah mulai membuatnya. Hehehe... sama sekali belum, dibaca detil saja belum. Namun berkat dorongan dari tunanganku, aku mulai tergerak untuk membaca syarat dan ketentuannya, menegnai temanya, dan intinya disuruh buat apaan sih.

Aku mulai menggunakan fasilitas Google search untuk mencari kata storyline dan contoh penulisannya. Oke! gotcha! sekarang aku mulai bergulir pada temanya, IGOS, Indonesia, Go Open Source!. Aku mebcoba untuk berkonsepnya terlebih dahulu dalam pikiranku dan itu aku lakukan pada malam hari sebelum tidur, alasannya pikiran tenang dan badanpun juga tenang. Perlahan-lahan aku menemukan ide tentang lomba tersebut.

Keesokannya aku mulai merangkai ideku ke dalam kata dan kalimat. Cepat! tidak kubayangkan sebelumnya. Dalam kurun waktu tidak sampai 1 jam aku telah selesai membuatnya serta sedikit merapikannya gaar sedap dipandang mata dewan juri. Namun aku tidak segera mengumpulkannya lewat email. Aku ragu-ragu. Maklum aku tidak pernah mengikuti lomba penulisan sebelumnya. Terlebih lagi lomba ini diselenggarakan oleh badan pemerintah.

Tepat di akhir deadline pengumpulan, aku terus di
desak tunanganku untuk mencobanya. Dan... enter. aku memencet tombol itu. Naskahku resmi terkirim. Aku berusaha untuk melupakan dan tidak memikirkannya. Aku pesimis, itu intinya. Namun tunanganku mencatat tanggal pengumumannya. Pengumuman diumumkan secara publik di koran Republika.

Saat tanggal pengumuman tiba, pagi-pagi sekali tunanganku telah mendapatkan koran Republika di tangannya. Di bolak balik halaman per halaman. Dan ditemukannya di bagian bawah, kotak pengumuman lomba penulisan storyline. Yup!!! itulah yang dicarinya. Hingar bingar terpancar di wajah tunanganku. Bergegas diia meraih handphonenya dan meneleponku. "Say, kamu menang, kamu menang" serunya. Aku benar-benar bingung, menang apa? apakah undian supermarket yang minggu lalu aku masukkan kuponnya ke kotak undian? Aku benar-benar lupa soal lomba itu. "Kamu menang lomba say, iya... lomba nulis itu lo! hebat!!!! kamu juara 1, love u muah muah muah. Eh, sudah dulu ya say, uda telat nih ke kantor, ntar sambung lagi" kata tunanganku dan dia menutup handphonenya.

Pasti tampangku waktu itu oon banget deh. Alasannya:
1. karena aku benar-benar lupa soal lomba menulis yang aku kirimkan
2. karena aku bingung dengan sikap tunanganku yang etriak-teriak di tekepon gitu
3. karena aku setengah tidak percaya dengan kabar dari tunanganku yang bialng kalau aku juara satu

Karena diliputi rasa setengah tidak percaya, aku berusaha mencari koran Republika yang lumayan sulit dicari di kawasan Surabaya tempatku tinggal. Akhirnya aku mendapatkannya. Iya benar!!! AKu menang! aku juara 1! Yihaaaa.....!!!

Aku tinggal menunggu telepon lebih lanjut dari panitia lomba. Dan di bulan Agustus 2009, aku diundang ke Jakarta tepatnya ke Istana Negara untuk penyerahan hadiah dan trofi sekaligus peringatan HAKTEKNAS. Namun karena sesuatu hal, rencana penyelenggaraan kegiatan di Istana Negara dibatalkan karena alasan keamanan saat itu tepat 2 hari sebelum hari H dan dialihkan ke gedung BPPT.

Dengan dress code yang sudah ditentukan, yaitu BATIK, aku menghadiri dengan penuh percaya diri. AKu bangga memakai batik. Aku bangga bisa bertemu dengan teman2 baru dan pejabat2 penting bahakna para menteri dan aku bangga bisa menjadi salah satu bagiannya.

Ketika namaku dipanggil, aku maju dengan perasaan bangga. Aku bisa! Aku memberikan sumbangsih untuk negaraku melalui ide dan tulisanku. Aku mendukung Indonesia, Go Open Source. Aku akan terus berkarya sebagai anak bangsa mengharumkan nama ini. Terima kasih pula pada tunanganku yang sekarang telah menjadi suamiku atas segala dukungan dan informasinya. Terima kasih pula atas peranan dunia maya yang telah membantuku banyak hal dimulai dari informasi lomba, pencarian ide, makna kata, dan konsep, hingga pada pembelian tiket pesawat online yang mengantarkan aku ke Jakarta untuk menghadiri acara membanggakan itu serta bertemu dengan tunanganku. Dan satu hal lagi, melalui dunia maya ini, aku bisa berbagi ceritaku ke seluruh penjuru dunia.

Beriku foto diriku saat acara berlangung. Aku yang berada di tengah, cewek bernama Ratna, dengan cantiknya memakai busana batik kebanggaan Indonesia.

Tetap semangat!!!


Photobucket

0 komentar: