Viewers

Pengalamanku, Perubahanku

Selasa, Desember 21, 2010
Tema : blogger for Safety Riding
Topik : Pengalaman blogger dalam keselamatan berkendaraan motor



Angka kecelakaan di jalanan makin lama bukannya makin berkurang, namun makin meningkat. Hal ini pertanda bahwa pengendara kurang perhatian dan kurang peduli dengan keselamatannya di jalan raya, padahal hal tersebut akan berakibat fatal dan merugikan diri pengendara itu sendiri.

Masih teringat di benak aku bahkan masih berlangsung hingga saat ini, yaitu Pemerintah kita berupaya untuk menekan angka kecelakaan lalu-lintas di jalan raya utamanya. Kali ini saya tidak membahas safety riding untuk pengguna lainnya seperti kapal, kereta api, maupun pesawat, karena hal ini merupakan minoritas dari kita dimana tentunya mereka juga mempunyai safety riding yang khusus. Saya hendak membahas safety riding bagi pengguna jalan raya yang pada umumnya kita sehari-hari melewatinya dan merupakan pengguna jalan raya itu sendiri, baik pengendara mobil maupun motor.


Jalan raya patut kita sadari bersama, yaitu merupakan jalan umum yang banyak pengguna menggunakannya. Oleh karena itu ada beberapa koridor keselamatan atau biasa disebut dengan safety riding untuk keamanan dan keselamatan kita sebagai pengguna jalan raya. Dibutuhkan adanya kerjasama anatar pengguna jalan raya sehingga dapat menekan angka kecelakaan lalu-lintas.

Pemerintahan Indonesia yang diwakili para polisi lalu lintas kita terus menggalakkan dan mengingatkan kita akan safety riding, dimulai dari kampanye pemakaian safety belt bagi pengendara mobil, menggunakan jalur kanan untuk berjalan cepat dan menyalip kendaraan lainnya, menyalakan lampu dalam kondisi gelap seperti malam hari, mematuhi marka, dan banyak hal lainnya. Sedangkan untuk pengendara motor, adanya jalur khusus yaitu jalur kiri untuk beberapa titik jalan raya yang kawasan padat, menyalakan lampu baik di siang maupun malam hari, memasang lampu sein jika akan berbelok, memakai helm yang benar, dan yang terakhir sedang digalakkan adalah dilarang menggunakan handphone selama berkendara.

Namun dari sebagian besar masyarakat kota, masih kurang mematuhi adanya safety riding tersebut, sehingga banyak terjadi pelanggaran. Kendaraan makin banyak di jalan raya, sehingga kita perlu meningkatkan kewaspadaan kita hingga selamat sampai di tujuan. Memang saya akui, sulit sekali untuk memulai sesuatu hal yang baru, kita belum terbiasa melakukannya, kita merasa tidak nyaman melakukannya, merasa terganggu melakukannya.

Dulu aku terbiasa menggunakan helm yang istilah kata orang-orang "helm batok", alasanku enak sekaligus praktis, dengan tidak meng-klik talinya. Jujur bagi kebanyakan orang termasuk aku, memakai helm adalah untuk tujuan agar tidak kena tilang polisi bukan tujuan utamanya untuk melindungi kepala dan keselamatan. Terlebih lagi ketika kampanye diharuskan menggunakan helm standar, aku terpaksa membelinya, biar lagi-lagi tidak kena tilang. Sulit sekali bagi diriku untuk benar-benar memahami maksud baik dari safety riding. Hingga pengalaman ini yang membuat mataku terbelalak dna mengerti. Saat itu, aku sedang melintas di jalanan yang cukup lengang dan bukan merupakan jalan utama, waktu sudah menunjukkan pukul 22.00, cukup gelap di kawasan itu. Aku bersama temanku yang sedang berboncengan motor, menyusuriu jalan itu dengan perlahan menikmati angin malam dan bintang-bintang yang bertaburan indah di langit.

Saat itu, tiba-tiba di depanku, sebuah mobil yang melaju kencang tidak dapat menghindar motor yang sedang menyebrang jalan dengan tidak memakai helm (mungkin alasannya dekat hanya ke sana sebentar dan sudah malam, tidak ada patroli polisi). Tabrakan tak dapat dihindari. Seketika itu juga, aku bergemetaran dan aku berhenti untuk melihat apa yang terjadi. Kedua pengendara itu bersimbah darah dan menderita luka yang cukup serius. Kuketahui juga, pengendara mobil ternyata juga tidak sedang memakai safety belt sehingga kepalanya terbentur keras di setir dan tidak sadarkan diri.



Aku sadar setelah kejadian itu, aku diingatkan, bahwa akan berakibat fatal jika kita melanggar safety riding yang ada. Mulai itu hingga kini, aku tidak main-main di jalan raya, maut mengancam kita. Aku menjadi patuh akan marka jalan, patuh dengan segala peraturan safety riding, dan mengerti dengan jelas bahwa usaha pemerintah dan polisi lalu-lintas sangat mulia. Aku sangat mendukungnya...




Photobucket

2 komentar:

Kakang Prabu at: Selasa, Desember 21, 2010 2:25:00 PM mengatakan...

salam safety riding

Ratna at: Rabu, Desember 22, 2010 2:23:00 PM mengatakan...

salam juga ^^