Sadar Banjir itu Ulah Kita

Jumat, Desember 18, 2009
MUSIM HUJAN TELAH TIBA....

tak terasa kita sekarang uda berada di penghujung tahun, di mana musim hujan juga uda mulai menyerang beberapa kawasan dan hampir keseluruhan wilayah Indonesia. Seperti telah kita sadari bersama, bahwa negara kita ini mempunyai 2 musim, yaitu musim kemarau dengan terik matahari yang hangat hingga samai puncaknya yang puanas dengan suhu mencapai 38,5 derajat celcius atau bahkan lebih, dan itulah hawa panas yang memuncak merupakan suatu pertanda bahwa musim penghujan akan segera dimulai, dan biasanya dimulai saat mulai penghujung tahun (konon dahulu kata bu guru SD, musim penghujan selalu ada pada bulan2 yang berakiran "r" ataupun "er").

Kita semua telah sadar akan hal itu, akan 2 musim yang selalu kita hadapi setiap tahunnya, namun apakah kita semua juga tersadar bahwa kita harus menjaga lingkungan sekitar kita sehingga dalam musim kemarau maupun musim penghujan, kita semua dalam keadaan "aman"?

Arrgghhh..... ternyata banyak dan hampir semua dari kita kurang mempunyai kesadaran da kurang peka terhadap lingkungan sekitar. Mau buktinya? tuh selalu saja setia tahunnya terjadi banjir di musim penghujan. Merepotkan bukan??? namun hal itu selalu saja berulang secara terus menerus setiap tahunnya. Huh...membosankan!!!

Banjir benar2 merepotkan....hujan deras yang mengguyur tak bisa terelakkan, namun penanganan dan antisipasi terhadap efek dari hujan lebat dan banjir dapat kita TANGGULANGI.... Come on...kita sadar nyok...!!!

Berbagai langkah dapat kita lakukan, mulai saja dari hal kecil, seperti:

PERTAMA: ingat dengan SAMPAH, memang sampah suadah selalu melekat dalam kehidupan kita, oleh karena itu kita harus dapat mengatur sampah dan mengolah dengan baik.

KEDUA: tangan jangan usil aja deh. Pergunain tangan kita untuk membuang sampah pada tempatnya, jangan asal lempar saja. Tuh khan... uda ada UU nya JANGAN BUANG SAMPAH SEMBARANGAN. Terlebih lagi bayangin adja, gimana kalo kita lempar sampah trus jatuh di saluran air yang berakibat TERSUMBATnya saluran air itu.

KETIGA: sadarlah akan lingkungan kita, bahwa semua tindakan kita akan berakibat pada saudara, anak, dan cucu kita kelak. Jaga lingkungan kita, gerakan menanam pohon patut kita dukung dan laksanakan. Karena telah banyak penghijauan yang terlibas oleh bangunan dan segala macam yang hanya mengutamakan kepentingan kita, namun tidak untuk memikirkan kepentingan selanjutnya. Tanah pada pohon dan tanaman dapat meresap air sehingga mengurangi banjir tentunya.

KEEMPAT: pikirkan dan sumbangkan selalu yang terbaik untuk lingkungan sekitar kita

Aku TIDAK mau lagi BANJIR, merepotkan, menyusahkan, wabah penyakit juga sangat mudah menyebar dan saudaraku juga terkena imbasnya. Yuk bersama-sama kita sadar lingkungan, karena milikku, milikmu, milik kita bersama.

We Care, Kita Peduli!




Photobucket

0 komentar: