Viewers

Internet Bagian HidupKu

Senin, Juli 20, 2009
Aku masih teringat waktu ku duduk di SMP kelas 3. Kala itu, aku harus berpisah dengan teman terbaikku semasa SMP. Dia harus hijrah melanjutkan sekolahnya ke Singapura. Kemudian kita tentunya tak ingin putus begitu saja tali persahabatan kita. Mulanya kita sering kirim-kiriman surat lewat jasa pos, habisnya surat merupakan jalan yang paling baik dan murah untuk tetap menjalin kontak dan persahabatan.

Lalu berselang 1 bulan kemudian, temen aku itu mengirim surat bahwa dia sekarang sudah punya e-mail, dan dia juga menjelaskan bahwa e-mail dapat diakses melalui internet. Selain untuk e-mail, internet merupakan sumber informasi dan aku dapat mencari apa saja melalui internet.

Setelah aku membaca surat dari temanku itu, aku bingung, karena aku sama sekali belum mengerti dan mengenal apa yang dimaksud dengan internet. Setelah aku berkonsultasi dengan orang tuaku dan bertanya-tanya kepada saudara yang lebih paham akan komputer dan telah berpengalaman dalam internet tentunya, akhirnya diputuskannya untuk memasang modem internet di komputer rumahku. Kursus singkat diajarkan oleh saudaraku dan yang paling utama adalah bagaimana cara menerima, emmbaca, dan membalas e-mail dari teman aku di Singapura tersebut. Namun semuanya itu secara abstrak dan lisan, tidak langsung praktek.

Kemudian keesokkan harinya, berbekal dari kursus singkat yang diajarkan saudaraku tersebut, aku mencobah menjelajah internet untuk pertama kalinya, sendirian. Langkah pertama, aku menyalakan komputer di rumah aku, kemudian setelah itu, aku menghubungkan koneksi komputerku dengan modemnya, dan setelah bunyi "ting", menandakan bahwa sekarang komputerku sudah siap dipakai untuk menjelajah internet.

Aku langsung masuk ke salah satu e-mail teman aku, namun ternyata tidak semudah yang kubayangkan. Ketika aku akan memeriksa apakah aku ada e-mail dari temanku, aku kesulitan karena aku tidak dapat masuk tanpa mempunyai account di salah satu penyedia free e-mail. Kebingungan menghampiriku, aku langsung aja menelpon saudaraku, namun handphone-nya tidak diangkat dan saudaraku lagi bekerja. Akhirnya kuputuskan untuk mencoba-coba sendiri. Aku mulai mendaftarkan pada salah satu free e-mail yang tersedia, bingung pilih e-mail apa, akhirnya kuputuskan untuk punya e-mail yang sama dengan teman aku di Singapura. Aku perlahan-lahan mengikuti perintah yang ada pada layar komputerku. Begitu selesai mengisi semua data-data registrasi yang diperlukan, akhirnya aku berhasil mempunyai e-mail pribadiku, dan sebagai buktinya aku mendapatkan pesan "selamat datang pada e-mailku yang baru ini" di kotak masukku dari penyedia layanan free e-mail tersebut.

Rasa senang menyelimutiku, aku berhasil, aku bisa membuat e-mail dengan kemampuanku sendiri dengan modal nekat dan coba-coba. Selang beberapa waktu kemudian, aku bingung mengapa yang ada di kotak masukku hanya satu pesan selamat datang saja, di manakah e-mail dari sobatku tersebut?. Ternyata setelah merenung dan berpikir sejenak, aku baru tersadar, bagaimana mungkin temanku dpaat mengirimkan e-mail kepadaku jika sebelumnya aku tidak mempunyai e-mail. Aku menertawakan diriku sendiri, betapa bodohnya aku. Kemudian aku mencoba mengapa tidak aku saja duluan yang mengirim e-mail kepada temanku terlebih dahulu, sambil memberitahukannya bahwa aku telah ada internet dan e-mail. Aku mengambil surat temanku yang memberitahukan alamat e-mail temanku tersebut. Dengan waktu yang cukup lama, akhirnya aku pun juga berhasil mengirimkan sebuah e-mail ke teman aku, aku sangat yakin aku berhasil, karena aku mendapat laporan bahwa e-mail ku tersebut telah terkirim ke e-mail temanku.

Setiap hari aku membuka internet dan e-mail aku, perasaan gundah mulai muncul, karena belum ada balasan dari temanku itu. Akhirnya berselang dua hari kemudian, datang juga e-mail dari teman aku, aku senang sekali, akhirnya aku bisa menggunakan e-mail. Dalam e-mail tersebut, temanku mengajakku untuk bertemu pada hari dan jam yang telah dia tentukan untuk chatting bersama. Temanku memberitahukan langkah-langkah untuk chatting.

Aku mulai melaksanakan petunjuk temanku supaya aku bisa chatting bersamanya pada hari Minggu seperti yang telah dijanjikan. Sebelumnya aku harus mempunyai suatu program chatting. Aku browsing terlebih dahulu pad ainternet untuk mencari program chatting yang dimaksud, kemudian aku me-download-nya dan meng-install-nya pada komputer aku. Oke, berhasil, dan kini aku mempunyai program chatting yang telah siap.

Pada hari Minggu jam 16.00 waktu Surabaya Indonesia, ku akhirnya berhasil bertemu dengan temanku, kita chatting, ngobrol-ngobrol secara real time. Betapa terkejutnya aku, ternyata kita tidak hanya dapat chatting saja melalui tulisan-tulisan, namun kita juga bisa bercakap-cakap.

Semenjak kejadian tersebut, aku semakin kecanduan akan dunia internet, aku ingin mengembangkannya, aku ingin tahu banyak hal mengenai internet. Perlahan-lahan aku menjelajahnya sendirian. Aku menemukan banyak hal. Dunia internet benar-benar bermanfaat, dan itulah alasanku mengenal internet. Memang pertama kalinya tujuanku ber-internet adalah untuk tetap dapat menjalin persahabatan dengan teman SMP ku yang berada di Singapura tersebut. Namun, pada akhirnya aku menemukan banyak hal, menemukan beragam informasi, bermain game secara online dengan teman-teman sedunia, chatting dengan menggunakan suara dan webcam, hingga akhir-akhir ini, internet dimanfaatkan untuk mencari uang. Internet benar-benar bermanfaat bagiku. Dan hingga saat ini, aku tidak bisa lepas dari dunia internet. Setiap harinya aku pasti berhubungan dengan internet. Internet telah menjadi bagian dari hidupku...


Photobucket

0 komentar: