Jiwa....Pantas untuk di asuransikan

Sabtu, Mei 30, 2009

Asuransi dan Saya


(Jiwa... Pantas untuk diasuransikan)





Asuransi memang membuat pusing orang yang memikirkannya. Bagaimana tidak, kita membayar setiap tahunnya untuk hal yang belum tentu kejadian atau tidak pasti. Banyak pemikiran seperti begini, yang ada di benak pikiran kita, enaknya bagaimana ya, apakah saya harus mengasuransikan jiwa saya bahkan harta benda saya?, apakah saya siap membayar premi asuransi setiap tahunnya dengan jumlah yang tak sedikit hanya untuk hal yang belum pasti?. Tapi apabila saya tidak ikut asuransi, apakah saya siap menanggung semua kerugian yang harus saya tanggung karena tidak ada bala bantuan penggantian dlama bentuk uang dari asuransi?.



Begitu banyak pertanyaan-pertanyaan yang kita lontarkan dalam memutuskan ikut asuransi atau tidak. Nah, menurut saya, asuransi sangat membantu kita. Ya...hitung-hitung, asuransi merupakan tabungan kita kelak di kemudian hari. Pada bingung? Alangkah baiknya kita menengok dulu apa yang dimaksud dengan asuransi. Asuransi merupakan perjanjian antara perusahaan asuransi (disebut penanggung) dengan kita (disebut tertanggung), di mana perusahaan asuransi menerima uang (disebut premi) dari kita, kemudian pihak asuransi akan memberikan penggantian kepada kita sebagai hasil dari obyek yang kita asuransikan karena beberapa sebab, seerti kerusakan, kerugian, dan kematian, dari suatu peristiwa yang tidak dapat kita duga sebelumnya.



Asuransi jiwa merupakan suatu asuransi yang menyangkut akan jiwa atau pribadi kita sebagai tertanggung, di mana dengan adanya asuransi jiwa maka akan memberikan suatu bentuk perlindungan bagi kita akan jiwa kita. Seperti contohnya dalam kasus kematian, bagi orang yang telah ikut dalam asuransi jiwa (dalam hal ini disebut sebagai tertanggung), maka dari pihak asuransi akan memberikan sejumlah uang pertanggungan kepada keluarga yang ditinggalkannya. Bolehlah kita bersedih, namun roda kehidupan terus berputar dan berjalan. Kita tidak dapat menepis bahwa uang sangat dibutuhkan bagi kehidupan. Dengan adanya uang pertanggungan, maka keluraga yang ditinggalkan dapat berlanjut hidupnya, tidak pusing memikirkan uang terlebih lagi apabila tertanggung yang meninggal merupakan sumber pendapatan bagi keluarganya, walaupun uang tersebut hanya untuk sementara waktu dan selebihnya tentu harus ada usaha dari pihak keluarga untuk berusaha mendapatkan uang.



Kemudian sekarang, yang menjadi pemikiran bagi kita berikutnya adalah kapankah waktu yang tepat bagi kita untuk ikut serta dalam asuransi jiwa. Asuransi jiwa sangat tepat bagi orang yang menjadi menjadi tulang punggung keluarga dalam hal ini tertanggung mempunyai kewajiban yang sangat besar terhadap kehidupan di keluarganya. Jadi tentu mustahil bagi seorang bayi yang sudah diikutkan asuransi jiwa kedengarannya aneh dan menggelikan, karena bayi tersebut belumlah mempunyai suatu kewajiban keuangan. Jadi kita harus cermat dalam memutuskan kapan waktu yang tepat membeli asuransi jiwa dan siapa yang layak untuk diikutkan dalam asuransi jiwa tersebut. Dengan demikian uang yang kita alokasikan untuk membayar asuransi tersebut tidaklah sia-sia.



Asuransi jiwa berharga lo... sekiranya saya dapat berbagi cerita mengenai pengalaman dari seorang temen yang ikut asuransi, seperti misalnya (cerita sedikit neh ceritanya....), ada seorang temen yang mengasuransikan toko tempat usahanya. Nah secara tiba-tiba dan tidak diinginkan, tokonya tersebut mengalami kebakaran hebat yang menghanguskan semua dagangannya tanpa sisa. Sedih memang karena kita kehilangan tempat usaha dan barang dagangan kita, apalagi hidup masih harus terus berlanjut, dan uang pasti terus dibutuhkan kita untuk hidup. Uang takkan pernah mengenal kita dalam masa sulit ataupun tidak. Nah untungnya, temen mempunyai asuransi bagi tempat usahanya itu. Setelah melakukan klaim, akhirnya uang penggantian cair, dan temen mulai kembali menata hidup dengan uang tersebut, akhirnya dapat menatap hari esok yang cerah. Untungnya....ya lagi-lagi untungnya (hal tersebut sering dilontarkan oleh para pengikut asuransi), seperti temen juga, untungnya saya ikut asuransi. Kalau tidak, tidak bisa dibayangkan bagaimana harus memulai hidup ini dengan uang tumpuan hidup ludes kena ganasnya api.



Lain cerita juga, saudara saya yang masuk rumah sakit dan harus menjalani rawat inap. Di tengah lesunya usaha perdagangan seperti ini, jangan sampai menambah beban hidup kita ini. Untungnya...ya untungnya, dan lagi-lagi untungnya, saudara saya ikut asuransi dan mendapat biaya penggantian rumah sakit dari asuransi. Sipp kan ikut asuransi.


Lanjut.....Asuransi jiwa memang sangat penting karena menyangkut dengan jiwa kita dan menyangkut kondisi keuangan bagi keluarga yang di tinggalkannya. Ada juga nih, seorang temen yang masih duduk di bangku SMA, menangis tersedu2 karena ayahnya yang merupakan tulang punggung keuangan keluarga meninggal. Memang kita semua pasti bersedih karena ditinggal keluarga kita, namun untungnya lagi, ayahnya telah ikut asuransi jiwa, jadi otomatis uang penggantian pun akan segera cair sehingga roda kehidupan keluarga yang ditinggalkannya dapat terus berjalan. Keputusan ayah temen itu tepat sekali. Beliau sadar bahwa selama ini keluarga menggantungkan keuangannya padanya, sehingga beliau tak ingin menambah kesedihan dan beban bila sewaktu2 dipanggil Yang Kuasa.


Oleh karena itu, alangkah baiknya dan tepat jika kita memutuskan untuk ikut asuransi . Hidup kita ke depan penuh dengan ketidakpastian. Alangkah indahnya jika kita mulai dari sedini mungkun, mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi di kemudian hari. Namun, apabila kita telah memutuskan untuk ikut asuransi, maka langkah berikutnya adalah kita harus benar-benar selektif dalam memilih perusahaan asuransi. Asuransi adalah tabungan kita di hari esok, entah berapa tahun, berapa lamanya kita tak tahu. Sehingga kita perlu memilih perusahaan asuransi yang kuat dan bonafit donk, sehingga kita merasa aman dan nyaman dengan uang premi yang kita setorkan.



Pentingnya membeli asuransi jiwa membuat kita harus selektif dalam memilih sederetan perusahaan asuransi jiwa di negeri kita, Indonesia ini. Jangan sampai kita salah memilih perusahaan yang tidak kredibel dan akhirnya dapat menimbulkan masalah saat meminta claim. Salah satu perusahaan asuransi jiwa terbesar dan tertua di Indonesia adalah AJB Bumiputera 1912. Dari namanya saja dapat diketahui bahwa perusahaan asuransi jiwa bersama AJB Bumiputera ini telah didirikan sejak tahun 1912, dan merupakan perusahaan asuransi jiwa pertama kali di Indonesia. Bayangin booo, uda lama berdiri, 90 tahunan yang lalu, so tidaklah perlu kita ragukan lagi kredibilitasnya. Memang lah, AJB Bumiputera sudah berdiri sejak taon 1912, perusahaan asuransi tertua dan sekaligus pertama di Indonesia dan tetap berkibar hingga sekarang. Dengan demikian, pelopor perusahaan asuransi AJB Bumiputera 1912 ini sudah tidak perlu diragukan lagi kredibilitasnya, sehingga patut untuk dipertimbangkan dalam membeli asuransi jiwa sehingga nanti ke depannya tidak menimbulkan masalah yang membuat beban.

0 komentar: