Hypermarket-Supermarket-Minimarket

Senin, Maret 30, 2009
Wow... makin melebarkan sayapnya aja para peritel raksasa, seperti giant-carrefour-hypermart. Nah kemaren pas Ratna melintas di jalan ke arah pasar kembang surabaya. nah kulihat di seberang jalan, ada bangunan yang sednag dibangun, yang mana katanyeee akan dibangunlah GIANT.

Di indonesia khususnya di surabaya ini, para peritel raksasa seakan saling adu melebarkan sayapnya (jadinya besar2 an sayap hehehhee...). Dulunya Ratna inget hanya ada satu, yaitu MAKRO, yang mulai beroperasi sekitar taon 90-an. Makro ini di bawah naungan SHV holdings Belanda. Untuk akses masuk ke MAKRO, pengunjung diwajibkan menunjukkan kartu keanggotaannya, dan untuk itu diperlukan biaya keanggotan yang dibayar tiap tahunnya serta anggota akan mendapatkan buletin setiap bulannya mengenai produk2. Kemudian.....seakan tenggelam, timbullah Carrefour.

Carrefour mulai masuk Indonesia sekitar taon 98, di mana merupaka peritel yang berasal dari Perancis. Di soerabadja ini Carrefour pertama kali didirikan di kawasan mayjen sungkono, bukit mas. Ratna masi inget kala grand openingnya, karena ikut berturut serta hihihihi...heboh banget, sampe membuat macet sepanjang jalan menuju akses ke sono. Carrefour seakan2 giat banget menguasai pangsa pasar hypermarket di surabaya ini.

Setelah itu, sekitar taon 2003, Giant juga mulai muncul, yang merupakan karya PT. Hero Supermarket & Diary Farm Malaysia. Giant melihat bahwa hypermarket sangat menggiurkan, sehingga berubahlah semuanya dari Hero Supermarket menjadi Giant Hypermarket.

Kemudian disusullah Hypermart, yang merupakan besutan PT. Matahari Putra Prima , yang beroperasi taon 2004. Hypermart ini lebih fokus mengoperasikannya di pusat perbelanjaan alias mall.

Wow...fantastis ya, dilihat dari lincahnya lompatan2 para peritel raksasa modern ini, yang saling beradu mengepakkan sayapnya, membentangkan hingga luas...

Nah untuk yang bagian minimarket pun, juga tidak mau ketinggalan. Utamanya Alfamart en Indomaret. Alfa, yang sedianya juga menggarap ke supermarket, akirnya merelakan dan menyerahkannya untuk dimiliki oleh Carrefour, dan mudah sekali kita melihatnya, yaitu dengan Carrefour bercat kuning itulah aslinya dari Alfa. Alfa kemudian hanya memusatkan perhatian dan konsenterasi pada minimarket, dengan menghasilkan Alfamart dan akir2 ini juga Alfamidi yang keduanya semakin menyemut saja gerainya.

Salah satu siasat para peritel, yaitu dengan membuat private label (merek mereka sendiri). Seperti halnya Carrefour yang membuat merek bluesky, carrefour, paling murah, dan harmonie. Sedagkan Hypermart membuat private label "valueplus". Kemudian si Giant pun juga ada donk... yaitu dengan merek giant dan first choice. Selain itu peritel minimarket seperti Alfa juga membuat private label lo, apa coba???


Photobucket

0 komentar: