Viewers

Horizontal Business

Selasa, Maret 17, 2009

Bener kan, sekarang ini dunia makin aja modern, dengan adanya TI (Teknologi Informasi), maka semua pekerjaan kita akan dipermudahnya, terutama dengan kehadirannya Internet.


Intenet yang mewabah ini juga ditanggapi bak gayung bersambut oleh para pemain bisnis, di mana saat ini pebisnis mulai merubah cara bisnisnya dari vertical ke horizontal. Maksudnya?? Nah lo…


Dari namanya aja, dapat kita ketahui bahwa VERTICAL merupakan garis tegak, di mana terdapat suatu jarak atas-bawah antara produsen dan konsumen. Konsep dari vertical adalah didominasi oleh B to C (business to consumer) dan one to many. Pebisnis selaku produsen selalu menonjolkan dirinya….ini lo gue produsen, en gue telah menyediakan ini en itu bagi konsumen untuk diterimanya. Sedangkan dengan konsep baru HORIZONTAL ini, maka pebisnis juga merubah paradigma lamanya, dengan dominasi C to C (consumer to consumer) dan many to many. Pebisnis mulai merangkul dan mendengarkan masukan-masukan dari konsumen, pebisnis terjun langsung ke bawah menyelami konsumen.



Salah satu kendaraan yang dipakai pebisnis dalma konsep barunya, horizontal ini, yaitu dengan web 2.0, di mana teknologi informasi utamanya Internet menjadi suatu sarana yang vital banget. Pebisnis menggunakan website, blog, Twitter, Plurk atau bahkan social media seperti Friendster , Facebook dan lainnya untuk menjalin suatu komunitas konsumen yang menunjukkan loyalitas konsumen akan produknya. Dari sarana tersebut, otomatis akan terjalin suatu hubungan yang erat antara produsen dan konsumen. Konsumen dapat menyalurkan ide, aspirasi, saran, bahkan kritikan sedangkan produsen dapat selalu tanggap mendapatkan informasi yang sangat berguna dari konsumennya.


Melalui media tersebut, produsen juga selalu meng-updatenya dengan berbagai informasi, seperti berita2 terkait dengan produk, produk-produk baru, voucher, bahkan event yang bakal digelarnya dan konsumen akan dengan mudahnya mendapatkan semua informasi tersebut secara cepat pula. Sehingga komunikasi antara produsen dan konsumen akan selalu terjalin dengan eratnya. Itulah yang disebut dengan Horizontal Business jaman sekarang ini.


Contoh dari yang melakukan Horizontal Business adalah djarum black, dengan membuat website antara produsen-konsumen dengan meluncurkan website autoblackthrough (www.autoblackthrough.com). Dengan demikian akan terbentuklah Black Community. Kiat jitu ini akan membawa keuntungan bagi kedua belah pihak, yaitu dari sisi produsen (Djarum Black) dan dari sisi konsumen (Black Community).


0 komentar: