Samsat Quick Respond

Jumat, Desember 26, 2008

Beberapa waktu yang lalu, masyarakat warga zoerabdja semakin dipermudah dalam hal urusan pengurusan surat-surat kendaraan. Misalnya ada mobil dengan label SIM keliling di mana pada mobil SIM keliling yang biasanya berhenti untuk mangkal di suatu tempat, warga bisa ngurus hal-hal yang berkaitan dengan SIM baik buat baru maupun perpanjangan. Nah terus pelayanan public kepolisian yang engutamakan customer satisfaction warga Surabaya ini terus dilakukan, yaitu dengan mendirikan SIM corner di tempat2 strategis yaitu di mall-mall yang buka nya sampe jam 9 malem en hari Munggu pun juga buka. Wuah seru sip deh, jadi kita kaga usa jauh2 ke Colombo untuk urus SIM en mengorbankan waktu kerja kita. Nah untuk yang satu ini (SIM corner), ada pengalaman menyenangkan dari Tom, yang pernah menyobanyan SIM corner di TP. Wuah ramah banget oetugas polwan nya yang di bagian front desk. Kemudian kala itu, untuk keperluan mengurus perpanjangan Sim, di mana untuk perpajangan SIM dikenakan biaya Rp. 90.000/each SIM en kemudian setelah bayar, isi form, en menunggu beberapa saat untuk dipanggil en foto. Abis gitu nunggu lagi sebentar untuk mengambil SIM baru yang telah jadi. Wiiikkk total only 15 minutes kurang kali guys...


Nah Rabu kemaren, 24 Desember 2008, ad abaca di Koran Jawa Pos bahwa ada tambahan fasilitas baru yang semakin memepermudah warga Surabaya dalam hal pengurusan surat2 kendaraan. Samsat Quick Respond, di mana dikhususkan untuk perpanjangan STNK. Denagn adanya Samsat Quick Respond, pemilik kendaraan tidak perlu repot lagi ke Samsat, cukup dengan menghubungi nomor telpon hotline Samsat Quick Respond di (031) 2957070. En beberapa saat kemudian, petugas segera mendatangi rumah pemohon tersebut dengan menggunakan motor khusus untuk program Samsat Quick Respond. Dalam hal ini yang terpenting adalah semua persyaratan akan perpanjangan STNK dipenuhi, so…pemohon tinggal menelpon, membayar di rumah, dan menunggu STNK yang telah jadi diantar je rumah pemohon. Wuauaahh praktis banget deh, isn’t it?

0 komentar: