Viewers

RBT (Ring Back Tone)

Senin, Desember 15, 2008
RBT kian marak dewasa ini, di mana orang2 menggunakan RBT dari penyanyi/lagu favoritnya, sebagai ring back tone-nya sehingga orang yang meneleponnya tidak lagi mendengarkan nada sambung tut…tut…tut… namun dapat mendengarkan suara merdu dengan lag2 populer. RBT ini muncul akibat maraknya piracy akan kaset, CD, maupun DVD sehingga penjualan kaset, CD, dan DVD album musik Indonesia terjun payung. Dengan demikian, hal ini ditanggapi oleh industri komunikasi seluler dengan adanya RBT dan ternyata RBT ini mendapat respon positif dari masyarakat, di mana makin banyak dan jumlah nya terus bertambah orang yang mengaktifkan RBT nya setiap bulan. Teknologi RBT yang dikembangkan oleh industri telekomunikasi seluler setidaknya dapat meneylamatkan penjualan kaset, CD, dan DVD asli musik Indonesia.

Berdasarkan majalah Marketing 12/VIII/Desember 2008, terdapat sekitar 25% pengguna ponsel yang mengaktifkan RBT, di mana bervariatif dari golongan kaum muda hingga tua.

Usia Responden


15-20 tahun

21-25 tahun

26-35 tahun

36-45 tahun

46-55 tahun

Tidak

71.76%

79.28%

74.05%

71.70%

85.71%

Ya

28.24%

20.72%

25.95%

28.30%

14.29%


Namun masih terdapat sekitar 75% pengguna ponsel yang belum/tidak mengaktifkan RBT, di mana beberapa alasan mereka seperti bahwa RBT itu merupakan hal yang tidak perlu sehingga jika mengaktifkan RBT akan memboroskan uang. Selain itu orang menganggap biaya langganan RBT masih terlalu mahal, di mana biasanya tariff RBT berkisar antara Rp. 5.000 hingga Rp. 9.000. Kemudian beberapa alasan lainnya adalah bahwa telah pernah mengaktifkan RBT namun saat ini masih belum sempet diperpanjangnya dan beberapa mengatakan bahwa masih belum mengetahui bagaimana cara memasang RBT di ponselnya (wah kalo begitu, sosialisasi pemasangan RBT perlu lebih gencar lagi neh hehehe…)

www.alumnimmwm.blogspot.com

0 komentar: