Viewers

Kr!s!$

Jumat, Desember 05, 2008

Krisis global saat ini telah terasa sejak tahun 2007, di mana menurut NBER (National Bureau of Economic Research) juga mengatakan bahwa US telah mengalami resesi sejak Desember 2007. Seperti yang ditulis pada Jawa Pos, 3 Desember 2008, yaitu NBER menyebut resesi di US kali ini mungkin terburuk sejak PD II (Depresi Global tahun 1930). Sebenarnya apa pengertian dari resesi itu sendiri? Menurut yang ditulis di jawa Pos, 3 Desember 2008, resesi merupakan pelemahan aktivitas ekonomi selama 2 triwulan berturut-turut.


Hal ini dimulai dari kasus Subprime Mortgage yang merupakan lembaga kredit perumahan US untuk kalangan menengak ke bawah. Masalah pada Subprime Mortgage ini berdampak ke bank-bank investasi US dimana bank-bank mengalami kerugian yang tidak sedikit.


Lehman Brothers Holdings Inc, merupakan sebuah bank investasi terbesar keempat di US yang berkedudukan di New York, tanggal 15 September 2008 lalu dinyatakan collaps. Gempar berita tersebut. Masyarakat dunia semuanya terkejut. Bagaimana tidak, Lehman Brothers tersebut merupakan `mbah`nya bank investasi, umur berdirnya saja sudah mencapai 158 tahun dengan nilai asetnya $639 M. Bagaimana bank sebesar itu bisa bangkrut?


Sebelumnya, Lehman Brothers ini beberapa kali diuji kehandalannya, namun berhasil lolos dari kebangkrutan, seperti th 1930 di mana di US terjadi depresi global yang sangat parah dan di th 1988 yang merupakan runtuhnya hedge fund Long Term Capital Management (LTCM), serta kejadian WTC 11 September 2001. Namun kali ini, Lehman Brothers benar2 bertekuk lutut pada 15 September 2008.


ISM (The Institute of Supply Management) mengutarakan bahwa aktivitas sektor manufaktur menurun drastis pada bulan November 2008, hingga menjadi 36,2%, dengan demiWarna Tekskian mengisyaratkan bahwa sektor manufaktur sangat melemah.


Dari semuanya di atas, berdampak pada bursa saham di US, tak luput pula di Asia termasuk Indonesia ini. Sentimen pasar negatif sangat dominan. Semua harga saham pada berguguran, portfolio investasi menurun dengan drastis. Menyebabkan lapangan pekerjaan menurun dan tingkat PHK makin meninggi hingga mencapai 1,2 juta pekerja. Selain itu, adaya kredit macet juga semakin tinggi dan nilai property susut.


Bagaimanakah kondisi ke depannya??? Apakah akan seperti kejadian depresi global th 1930? Ataukah lebih parah?

0 komentar: