Ada Apa Dengan Marketing di Tahun 2009

Senin, Desember 15, 2008

Tahun 2008 sudah dipenghujung, sebentar lagi akan digantikan dengan tahun yang baru, 2009. Secara umum, banyak ahli2 marketer berpendapat bahwa di tahun 2008 ini dunia pemasaran Indonesia berjalan dengan baik. Namun di semester kedua 2008, mulai terganggu akibat resesi ekonomi global (harga saham terjun payung, nilai tukar rupiah melemah tak berdaya, suku bunga meroket).


Menurut Darmadi Durianto (Pengamat Pemasaran dari Vadriv Consulting) dan dikutip dari Marketing 12/VIII/Desember 2008, krisis ini akan terus berlanjut di tahun 2009 dan Pemilu akan disinyalir menambah daftar pahit situasi market plus adanya krisis energi dna krisis2 lainnya. Di mana total pertumbuhan perekonomian 2009 diperkirakan hanaya 4.5%. Persaingana akna sangat terasa terutama pada HARGA, karena di satu sisi harga bahan baku meroket naik dengan tajamnya, namun di sisi lain daya beli masyarakat melemah. Perang haraga makin terasa dan banyak berimbas pada konsumen kelas B, C, dan D karena konsumen pada kelas tersebut akan semakin mempunyai bargaining power yang kuat dan memberikan tantangan kepada manufaktur dan peritel. Pada kelas A, persaingan yang menonjol adalah pada LIFESTYLE, namun kelas A ini juga sedikit banyak juga mengalami tekanan ekonomi. Mereka milih meningkatkan hidup seperti hiburan. Pada segmen kelas A ini, marketer harus menggunakan brand activation untuk membuat experiental marketing. Kesempatan menyampaikan pesan yang sangat terbataslah penyebabnya.


Marketer hendaknya harus (WAJIB) melakukan cost efficiency di segala aspek pada tahun 2009. Perusahaan harus melakukan:

  1. Indentifikasi sumber biaya tinggi perusahaan
  2. Mengubah pusat biaya menjadi pusat laba
  3. Mengubah konsep dari integrasi vertikal menjadi integrasi virtual
  4. Melakukan outsourcing fungsi non inti, melakukan BPR (rekayasa ulang proses) dengan melakukan otomatisasi dan integrasi guna meningkatkan efisiensi biaya.


Marketer harus pintar2 menerapkan strategi pemasarannya di tahun 2009.

Cost leadership, dengan menetapkan harga yang kompetitif namun tetap memberikan nilai tinggi bagi konsumen (value based marketing). Walaupun cost leadership identik dnegan harga yang terjangkau tapi marketer harus tetap menjaga performance merek itu sendiri sehingga tetap bisa bertahan.

Differentiation, diferensiasi produk dalam hal ini, marketer hendaknya selalu melakukan inovasi produknya, di mana dewasa ini marketer cenderung meniru bukan lagi inovasi sehingga mengakibatkan produk tersebut tidak dapat survivie. Selain diferensisasi produk, juga dapat melakuakn service differentiation, image differentiation, dan channel differentiation.


Menurut Arbey Strategy Center yang dikutip dari Marketing 12/VIII/Desember 2008, terdapat beberpaa hal yang perlu mendapat perhatian dari pimpinan perusahaan di tahun mendatang, yang disebutnya The 5 most recommended strategies, sebagai berikut:

  1. Optimalkanlah organic growth. Perusahaan harus tetap tumbuh di mana petumbuhan perusahaan itu dapat bersumber dari organic growth, sumber internal perusahaan, ataupun non organic growth. Organic growth bersumber dari pertumbuhan bisnis inti perusahaan, pertumbuhan organik ini memang relatif lama tapi kondisi bisnis seperti sekarang ini tidak cukup kondusif menggunakan sumber pertumbuhan akuisisi atau merger.
  2. Pacu competition spirit, meliputi spirit kompetisi dengan kompetitor dan juga dengan diri sendiri. Spirit kompetisi ini dapat bersifat offensive atau defensive. Offensive spirit biasanya digunakna oleh perusahaan yang dengan PD melakukan head on pada market leader. Defensive spirit dilakukan oelh perusahaan yang sudah menguasai pasar sebagai market leader.
  3. Perbaikan business portfolio. Berhubungan dengan business scope-nya, perusahaan dapat memilih strategi dengan memilih opsi FOCUS atau DIFFERENTIATION.
  4. Optimalkanlah market coverage, di mana terdapat 2 pilihan jangkauan pasar yaitu market optimizing dan market orientation.
  5. Mantapkan market orientation, di mana terdapat pilihan mass market atau concentrated market.


Melalui the 5 most recommended strategies, diharapkan perusahaan akan mampu bertahan dan lebih berjaya di masa mendatang.


Sumber: dikutip dari www.alumnimmwm.blogspot.com

0 komentar: