Bacang

Selasa, Juli 22, 2008
Bacang merupakan makanan yang seperti lontong denagn bentuknya 4 kerucut. Terbuat dari beras/ketan yang di dalamnya ada isinya daging en terkadang ada jamur + telor asinnya. Kemudian dibungkus dengan menggunakan daun bamboo dan diikat dengan tali rafia. Bakcang ini mirip ama ketupat gitu bentuknya. Lebih enak di maem bersama saos sambal. Perayaan bacang ini dirayakan setiap tahunnya pada tanggal 5 bulan ke5, di mana pada tanggal dan bulan segitu, dipercayai sebagai adanya keuatan gaib, di mana mempunyai titik energi tertinggi. Telur ayam dapat tegak tanpa adanya topangan apapun. Air laut pasang lebih tinggi dari biasanya. Pada perayaan bacang ini, banyak masyarakat yang mandi atau berendam pada sumber air yang mengalir karena dipercaya mempunyai energi untuk kesehatan serta kemakmuran.



Ada juga yg bentuknya sama dengan bacang, tapi ukurannya mungil alias mini, sama2 terbuat dari beras/ketan, but dalemnya kosongan alias tanpa isi. Terus maemnya sama saos gula jawa or gula pasir. Di tutul tutul gitu.

Beberapa versi mengenai sejarah awal mulanya bacang:
1. Secret Message
Di Cina, pada waktu perang, bacang ini digunakan sebagai media mengirimkan secret message antar sesama pejuang. Di mana wanita yang bertugas untuk megantarkan bacang ini, sehingga musuh tidak akan menyangka bahwa di dalam bacang terdapat sebuah message.

2. Persembahan
Konon bacang digunakan sebagai tanda persembahan kepada Dewa Dewi atas tanda syukur dan peruntungan selama setuhun ini. Bacang harusnya di makan di pinggir pantai dan melemparkan beberapa bakcang ke laut sebagai bagian dari ritual tersebut.

3. Qu Yuan
Awal mula adanya bacang yaitu pada tahun 300-an SM. Qu Yuan merupakan seorang sastrawan dari kerajaan Chu yang sangat termasyur. Beberapa bulunya best seller, seperti Chun Tzu (Ratapan Negeri Tzu) dan juga Li Sao (Menapaki Kesedihan). Selain sebagai sastrawan, Qu Yuan merupakan seorang menteri yang setia dan terpercaya. Hal itu menyebabkan, rekan2nya merasa iri atas kepopuleran yang didapat Qu Yuan. Rekannya berusaha menjatuhkan Qu Yuan. Pada suatu hari, para menteri menekan paradokter utnutk membuat pernyataan puasa/pantang garam bagi rajanya yang sedang sakit, sehingga menyebbakan sang raja hanya bisa berbaring dan skaitnya makin parah. Qu Yuan segera bertindak, dia diam2 membungkus garam dalam daun bamboo den dibentuk 4 kerucut. Kemudian digantungkannya di atas tepat raja berbaring, dengan maksud agar garamnya dapat menetes dikit2 di atas mulut raja dan raja dapat segera pulih kembali. Namun usaha Qu Yuan diketahui, dan Qu Yuan dituduh telah meracuni raja. Qu yuan jengkel kemudian dia bubuh diri dengan nyemplung ke sungai Mi Lou Rakyat sangat sedih dan kehilagan Qu Yuan, kemudian rakyar saling melemparkan nasi yang dibungkus dan bamboo dengan bentuk 4 kerucut ke dalam sungai dengan maksud agar ikan memakan nasi tersebut, tidak memakan tubuh Qu Yuan. Rakyat juga menabuh gendering di perahu dalam rangka mengusir roh naga jahat yang diasumsikan dapat mengganggu roh Qu Yuan.
Dan peristiwa ini terus dikenang dan dirayakan dengan perayaan Peh Chun (Bacang) setiap taonnya, di mana ditandai dengan perlombaan perahu naga yang di dalam perahu tersebut terdapat 20 orang yang duduk seling berpasangan, mendayung mengikuti irama genderang. Lomba perahu naga dengan tim ini mencerminkan kerja sama, tidak sikut menyikut, setia satu sama lain, bisa dipercaya dan memercayai serta berani menghadapi segala tantangan demi kebenaran. Selain itu juga dirayakan dengan makan bacang bersama-sama.

Ternyata 4 kerucut bacang, menandakan 4 kata, yaitu:
1. Qu
2. Yuan
3. Setia
4. Percaya

0 komentar: