• Post 1
  • Post 2
  • Post 3

Mudahnya "tu wa ga" Semudah Easy Card BRI

Minggu, Oktober 22, 2017 0 komentar

Kalau dulu waktu jamannya aku SMA, aku sempat berandai-andai, kalau dunia di masa depan akan serba canggih, semuanya digital, komputeran, dan hidup semakin dipermudah oleh teknologi. Kini 15 tahun telah berputar, benar... dunia semakin terbantukan oleh kehadiran teknologi. Luar biasa sekali perkembangannya, begitu pesat. Transaksi secara manual hampir tergantikan oleh transaksi online, karena tidak terbatas oleh waktu dan jarak, lebih murah, sederhana, praktis, efisien. dan cepat. 

Berbicara soal kemodernan jaman dan kepraktisan hidup, kartu atau istilah bahasa Inggrisnya card, mutlak diperlukan oleh semua orang. Kalau dahulu, orang begitu ribet dengan membawa sejumlah uang tunai, belum lagi rasa khawatir dompet kecurian atau uangnya jatuh, kini kehadiran card dapat menghapus semua rasa khawatir itu. Satu hal lagi, dengan bertenggernya card di dompet utamanya bagi generasi milenial, yaitu usia produktif dengan rentang usia 25 hingga 45 tahun, akan menimbulkan rasa prestige tersendiri. Card seakan telah menjadi simbol bahwa yang bersangkutan adalah orang kekinan, modern, new fashion, dan mengikuti perkembangan jaman. 

Hal demikian, sebagai bank yang besar di tanah air ini dan terbukti dengan meraih prestasi sebagai Best Domestic Bank di Indonesia, BRI terus berinovasi dan menanggapi dengan serius kebutuhan nasabahnya. Bekerjasama dengan Mastercard, BRI meluncurkan sebuah kartu kredit Easy Card, yang mengambil konsep easy atau mudah. Membantu mempermudah nasabah melalui 1 kartu dengan beragam keuntungan.Kalau semula kartu kredit keluaran Bank BRI terdiri atas dua jenis, yaitu silver dan gold, maka dengan hadirnya Easy Card akan menggantikan kedua jenis kartu kredit itu.

Bukan Bank BRI kalau hanya mengganti kartu lama dengan kartu baru tanpa keuntungan atau benefit apapun. Mengganti gambar kartu menjadi lebih fresh dapat menarik peminat nasabah, namun hanya sebagian kecil saja. Namun dengan menambahkan keuntungan yang begitu bermanfaat bagi nasabah, maka Easy Card ini akan mendapat perhatian khusus di hati nasabah. Dengan penawaran limit mulai dari 5 juta hingga 24,9 juta rupiah, dan targetnya adalah generasi milenal, maka fokus dari Easy Card adalah kebutuhan sehari-hari mereka. 


Saya contohnya yang termasuk dalam generasi milenal, telah menganggap diri saya sebagai seorang yang tidak gaptek walaupun juga tidak canggih-canggih amat, saya begitu menghargai kemudahan kartu dalam kehidupan saya sehari-hari. Berstatus sebagai seorang istri yang mempunyai pekerjaan dobel sebagai karyawan dan ibu rumah tangga, saya berandai-andai bahwa keseharian saya itu akan semakin dipermudah dengan Easy Card. Kalau saya mengajari anak kecil menghitung hanya 3 angka saja, 1 2 3, maka anak kecil tersebut begitu cepat paham dan mengerti. Saya berasumsi bahwa 3 angka yang terdiri dari 1 2 3 merupakan angka dasar, bahkan lagu favorit saya dari dulu kecil adalah satu satu aku sayang ibu, dua dua aku sayang ayah, tiga tiga sayang adik kakak, yang menyebutkan angka dasar 1 2 3.


Tu : Cashback 1 % 
Sebagai generasi milenal, saya terbiasa hanya menaruh sejumlah uang dalam jumlah sedikit dalam dompet saya. Dengan berbagai alasan seperti keamanan, takut jambret, hingga mudah boros saat melihat uang tunai karena mata menjadi hijau, saya lebih memilih menarik uang tunai di ATM apabila saya membutuhkan uang tunai. Sebagai contoh, ketika saya hendak naik angkot saya selalu melewati mesin ATM di salah satu mini market. Saya mampir saja sebentar, menarik uang tunai secukupnya saja untuk naik angkot. Dari rutinitas itu, Bank BRI meresponnya dengan memberikan cashback sebesar 1 persen untuk transaksi tarik tunai di ATM.

Wa : Cashback 2 %
Nah godaan cuaca yang terik di luar, sambil tarik tunai di ATM mini market, saya membeli sebotol minuman dingin. Aha! saya mendapatkan casbach 2 persen untuk transaksi berbelanja di pasar swalayan termasuk mini market. Kemudian sebagai juru masak di dalam keluarga, saya tentu sering mondar mandir ke pasar swalayan untuk membeli kebutuhan pokok maupun kebutuhan rumah tangga, termasuk mini market untuk membeli kebutuhan kecil dan mendesak karena jarak yang dekat dari rumah. 

Ga : Cashback 3 %
Sebagai seorang karyawan, saya terkadang juga membawa kendaraan untuk mempercepat gerak saya. Kendaraan pastinya membutuhkan tenaga "minuman" bahan bakar. Rutin, setiap minggu saya selalu mengisi BBM sebanyak 1 hingga 2 kali. LAgi-lagi saya mendapatkan keuntungan cashback sebesar 3 persen untuk pembelian bahan bakar di seluruh SPBU di Indonesia.

Tiga keuntungan "tu wa ga" yang diberikan oleh Bank BRI dalam Easy Card, menjawab semua kebutuhan sehari-hari nasabahnya. Keuntungan berupa cashback yang diberikan tidak semu seperti "barang langka dan mahal" yang kita jarang bertransaksi. Melainkan merupakan kebutuhan wajib bahkan keharusan dalam rutinitas sehari-hari. Cashback yang didapatkan akan diakumulasikan setiap bulannya dan akan dikreditkan ke saldo kartu kredit kita.

Selain keuntungan tu wa ga, penggunaan Easy Card juga dapat diubah menjadi cicilan dengan bunga 0 %, sehingga memberikan kemudahan dan pelayanan yang lebih kepada nasabah.


Tunggu apalagi? Pastinya tergiur dengan keuntungan Easy Card berupa cashback, segera apply kartu kredit untuk mendapatkannya. Manual? Harus datang ke bank, ke custmer service, dll?
NO... ingat sekarang jamannya transkasi online kan :D Ikuti cara di bawah ini ya

sumber : https://kartukredit.bri.co.id/card/family

Ajukan ---> Nikmat kemudahannya ---> Nikmati cashbacknya

Masih bingung?
Langsung saja cuss ke digital BRI 


Panas...Panas... tanpa pikir panjang langsung pencet AC nya!

Senin, Oktober 16, 2017 0 komentar
Dubileee puanaassssnya udara ini, pagi aja sehabis mandi uda keringat bercucuran padahal tidak habis olahraga, terlebih siang gini, panasnya minta ampun. Mbak..mbak Suti tolong dong bikinkan es teh, tawar aja, gelas besar ya mbak, kasih es yang buanyaaakkk nyakk nyakkk

sumber : google image
Itulah sekelumit ocehan yang kulontarkan ketika aku sedang seriusnya mengerjakan deadline dari si bos di kantor. Ya, hanya sekelumit, karena setelah minus es teh tawar gelas besar dengan es batu yang banyak, tak berapa lama kemudian aku kembali kepanasan dan berkeringat. Mana si bos sudah teriak-teriak untuk segera menyerahkan tugasku. Ah bikin emosi saja. Teman-teman berusaha menenangkan diriku sambil memberikan kipas kepadaku. Kantorku yang tinggi menjulang dengan dinding kaca, ditambah dengan panas yang memang menyengat akhir-akhir ini, membuat ruangan yang full AC tidak terasa sejuknya sama sekali. Panas udara yang kurasakan + panas hati karena kerjaan menumpuk = stress tingkat dewa. Lengkaplah penderitaanku, serasa dipanggang. Inilah yang namanya global warming? Gedungnya yang salah, atau akunya yang mudah berkeringat, atau apakah AC ya yang uda berumur?

Tak berapa lama, jam telah bergeser ke angka 10, aku melangkah dengan mulut manyun, muka cemberut, dan langkah gontai, sambil membawa dokumen dan kertas kipas, bergegas menuju ruangan rapat. Ketika aku membuka pintu ruangan itu, huah nyess bleng, dingin sejuk udaranya. “Kalau sejuk begini, bikin suasana hati juga dingin, dan kerja juga bersemangat” batinku. Penglihatanku mengelilingi ruangan hanya terlihat 2 unit AC dengan ruangan yang cukup besar dan di sekelilingnya dinding kaca. Aku memfokuskan mata untuk membaca mereknya, dan kutemukan bahwa 2 unit AC itu adalah AC DAIKIN. 
sumber : google image

Akhirnya aku mendapatkan jawabannya, bahwa :
1. Gedung kantorku yang tinggi dengan dinding kaca bukanlah faktor utama dalam menyumbang emosiku tadi.
2. Badanku yang mudah berkeringat memang aku ditakdirkan demikian, namun mengapa aku merasakan kenyamanan di ruangan rapat ini.
3. AC di depan yang membuatku kepanasan adalah AC tua, jadul, berumur, dan bukan bermerek Daikin. 

Hingga akhirnya aku sampai pada satu kesimpulan bahwa sudah layak dan pantas kalau diadakan peremajaan AC di depan, tentunya menggantinya sama persis dengan ruangan rapat, yaitu AC Daikin. Alasannya karena AC di depan sudah tua sekali, dapat dibayangkan semenjak aku masuk kerja di perusahaan itu, AC itu sudah terpasang. Mungkin Ac itu juga lelah, karena tiba-tiba dapat meronta berisik dan diam sendiri. Suhu AC juga tidak stabil. Kupikir akna boros juga listriknya, karena selalu dipasang dengan tingkat derajat suhu yang minimum dengan kekuatan kipas maksimal.

Karena prestasi karierku cukup gemilang di kantor ini, akan kumanfaatkan untuk berbicara kepada pak bos usai rapat nanti. Takut juga sih hahaha, tapi aku pantang menyerah untuk mencobanya. Setelah rapat usai, aku segera menemui bos untuk menyampaikan maksud dan tujuanku itu. 

Dan inilah perbincanganku dengan si bos:

Aku : Siang pak, maaf menganggu sebentar, saya mau mau membahas mengenai AC di depan, jika bapak berkenan

Bos : Oh boleh-boleh, ayo kita duduk bentar, gimana-gimana?
(maklum bos suka pengulangan kata)

Aku : Begini pak, AC di depan saya rasa sudah waktunya dilakukan peremajaan. Udara memang lagi panas-panasnya di luar, awalnya saya memaklumi kalau AC di depan tidak berasa sejuk dingin, tapi pemikiran saya langsung berubah ketika saya masuk ke ruang rapat ini. Mungkin disebabkan perbedaan merek AC sehingga kualitas yang saya rasakan juga berbeda
(saya mengutarakan hal ini dengan hati yang berdegup kencang, percayalah kawan!)

Bos : Hmm, AC ya? Begini-begini saya mau menjelaskan sedikit soal AC. Soal AC-AC, memang di ruang ini menggunakan AC merek DAIKIN. Di rumah saya juga pakai-pakai AC DAIKIN juga. Awalnya ini gara-gara AC di rumah saya bermasalah. Sebentar-sebentar tidak dingin, sebentar-sebentar harus cuci AC, sebentar-sebentar servis AC karena berbunyi dengung, eh mana lagi itu tagihan listrik membengkak luar biasa. Awalnya saya pikir ada yang mencuri listrik saya, ternyata gara-garanya AC nya yang menyedot listrik banyak. Mana anak saya juga pasang AC hampir 24 jam sehari. Terus terus Ac Daikin itu ada fitur intelligent eye, yang dapat mengurangi kinerja kompressor dengan menaikkan suhu 2 detajat celcius jika tidak terdeteksi adanya pergerakan manusia selama 20 menit, jadinya tambah hemat listrik lagi.


sumber : instagram Daikin Indonesia
Aku : ...
(menyimak dengan baik-baik, sambil mencerna maksud dan tujuan bos. Takut kalau tiba-tiba ada pertanyaan, bos aku mah orangnya begitu)

Bos : Nah itu, saya sebel lalu saya ganti semua AC di rumah saya, semuanya. Pokoknya semua harus diganti AC nya dengan AC Daikin. Daikin. Banyak fitur di AC Daikin seperti Econo Mode yang membatasi penggunaan daya hingga 70 persen dari kapasitas maksimum. Jadi selain hemat listrik, juga awet


sumber : intagram Daikin Indonesia

Aku : Oh begitu pak, memang AC Daikin itu bagus ya pak? Karena tadi si Angga divisi injection yang duduk di sebelah saya, bergumam “sejuknya, pasti AC Daikin di ruangan ini”


sumber : instagram Daikin Indonesia

Bos : Nah itu, nah itu, saya mau bercerita soal AC Daikin ini. Kamu tunda dulu aja pekerjaanmu, biar paham. Benar kata si Angga karena AC Daikin ada fitur namanya 3D Airflow, suatu teknologi yang menghembuskan udara 3 arah merata ke seluruh ruangan, sehingga akan cepat sejuk secara menyeluruh.

Aku : Iya pak 
(menurut saja deh titah pak bos)



Bos : Daikin itu AC handalan. Bayangkan perusahaannya berdiri sejak tahun 1930. Bisa hitung kamu, berapa umurnya sekarang?

Aku : ...
(sambil memutar otak menghitung umur AC Daikin eh bos menyela aja)

Bos : Ah kamu accounting kebanyakan pegang kalkulator tapi sempoanya kurang. 87 tahun. Itu sudah oma-oma dan engkong-engkong, lebih tua dari umur saya. Tentunya sudah berpengalaman dan kita harus menurut. Bayangkan-bayangkan, AC Daikin sudah menggurita hingga menyebar ke 140 negara-negara. Orang pada pusing, AC jangan menyala terus, biar hemat listrik. Ini nih, AC Daikin ahlinya soal hemat-hematan. Tidak tanggung-tanggung peghematannya bisa mencapai jutaan rupiah per tahunnya

Aku : Oh begitu ya pak, enak ya. Pasti Daikin teknologinya canggih ya pak


sumber : www.daikin.co.id

Bos : Ya betul teknologinya namanya teknologi inverter. Inverter. Dan teknologi inverter ini yang membuat hemat listrik itu. Sejuk lebih cepat, lebih stabil, hemat listrik, hadirkan kenyamanan optimal. Tidak tanggung-tanggung, AC Daikin inverter telah mengadopsi pendingin generasi terbaru refrigerants R-32. Inovasi terbaru R-32 ini bebas dari potensi perusak lapisan ozone. Hanya 1/3 potensi pemanasan global dibanding refrigerants konvensional. Ibaratnya anak disekolahkan hingga kuliah, tekonologi inverter R-32 itu juga ceras, karena dapat mengontrol konsumsi daya listrik dan kinerja kompressor sebesar 40 persen. Jadi kapasitas pendinginnya cepat tapi konsumsi energnya hemat. Gimana-gimana? bagus kan?


sumber: www.daikin.co..id
Aku : Iya pak, bagus. AC Daikin luar biasa pak, teknologinya terbaru dan canggih, hemat biaya lagi. Tapi apakah AC daikin sering bunyi juga pak seperti AC di depan? Kalau buat kerja tidak masalah, tapi kalau AC kamar tidur kan jadi tidak nyenyak tidurnya?

Bos : Ya tidak begitu. Di tempat kerja, di rumah, maupun di kamar tidur, harusnya AC itu tugasnya memberikan kesejukan dan kenyamanan. AC daikin ini daikin ya daikin, memberikan jaminan-jaminan daya tahan tinggi dengan menggunakan PCD Board Coating jadi tidak bisa dikerat oleh tikut, aman deh. Kemudian-kemudian surge protecting system juga melindungi unit dari tegangan listrik yang tidak stabil. Pakai AC Daikin mengurangi biaya servis juga kan pada akhirnya. 

Aku : Benar pak, saya juga sebel sama tikus, semua dikeratnya.

Bos : Ah iya iya, kamu kamu harus dengerin saya dulu. Sekarang lanjut lagi ya. AC Daikin begitu nyaman, suaranya halus, alias tidak berisik dengan. Nah soal suara halus ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas tidur kita, karena tidur jadi nyenyak. Nyalain power on AC Daikin tanpa pikir panjang-panjang lagi, takut wattnya tidak kuat, harus cabut mesin cuci, harus gantian sama hair dryernya istri saya. Tagihan listrik juga tidak menjadi teror di akhir bulan. 

Bos : Begini-begini, saya ingat. Saya mau cerita. Ketika anak saya pulang ke rumah siang-siang setelah dari sekolahnya, pada teriak-teriak panas-panas. Saya nyalakan power on AC Daikin di ruang tamu, tak berapa lama, dingin sejuk langsung cepat terasa. Anak jadi diam dan nyaman, saya pun juga jadi lega dan tenang. Kalau malam hari, seringnya saya terbangun tengah malam dalam keadaan tubuh gemetar kedinginan, sakit sekali rasanya hingga ke tulang-tulang. Di AC Daikin terdapat mode night set yang dapat mengatur suhu AC agar stabil terus. Oh iya, Ac Daikin juga ada fitur Standby Mode, yang dapat mengurangi konsumsi daya tersembunyi, tapi ya gitu harus diaktifkan dulu ya fiturnya.
sumber : instagram Daikin Indonesia

Aku : Bagus kalau begitu pak, kita....

Bos : Eits, kamu diam dulu. Saya masih belum selesai bicara

Aku : Oh, maaf pak 
(padahal sekarang jam makan siang, mana aku belum sarapan tadi pagi hiks)

Bos : Sampai mana tadi saya bicaranya, kamu asal potong saya saja. Aduh-aduh... 
Satu lagi fiturnya, AC Daikin bisa dikendalikan via smartphone, jadi Daikin ini terus berinovasi seiring dengan perkembangan jaman. Pokoknya AC Daikin itu the best lah. Bahkan nih, itu itu yang musimnya smartphone, nah AC Daikin bisa dikendalikan remotenya dari hp. Gimana gimana kamu setuju tidak dengan AC Daikin?


sumber : www.daikin.co.id

Aku : Setuju pakai banget pak, kalau AC ya Daikin, jadi ruangan depan bisa diganti dengan AC Daikin semua. Asik-asik, terus belinya lewat saya pak?

Bos : Lo lo lo, kok bisa lewat kamu?
(memasang muka bingung)

Aku : Iya pak, saya sales nya AC Daikin juga. Saya pikir awalnya saya ragu dengan produk AC Daikin, tapi respon semua orang, bapak, teman, keluarga, semuanya positif. Jadi saya semakin pede dengan AC Daikin.

Bos : (diam sesaat sambil mencerna perkataanku) Gitu kamu diam saja dari tadi!!! Ya sudah ambil 5 AC Daikinnya, besok segera di pasang!!!
(kali ini bos bersuara dengan nada tinggi)

Aku : Oke pak, terima kasih banyak. Saya pamit sekalian untuk makan siang. Saya atur yang Daikin Multi-S saja ya pak, untuk indoor 2 unit bisa memakai outdoor 1 saja. Oh iya, maaf ya pak
(saya meninggalkan pak bos dengan senyum simpul yang manis)

sumber : youtube Daikin Indonesia



Bos : Atur aja deh. Gila itu anak, saya dipermainkan! Tapi enak juga sih, beli AC Daikin yang merupakan AC hemat energi, jadi lebih mudah
(muka suram itu kembali pudar berubah menjadi senyum yang lega)





WTC Surabaya ada yang baru lo...

Sabtu, Februari 11, 2017 0 komentar
WTC? world trade center itu kah? apa bayangan kamu mendengar WTC? pasti kebanyakan dari kamu tertuju pada memorabilian WTC di Amerika yang beberapa tahun lalu heboh dengan serangan mematikan. WTC sebuah bangunan yang menjulang tinggi dengan sentral bisnis di dalamnya, arti sederhananya pusat bisnis. 

Nah, di Surabaya juga punya WTC yang begitu unik karena dijadikan sebagai pusat handphone. Berdiri bangunan di jalan Pemuda Surabaya, WTC menjadi ikon kota surabaya untuk tujuan mencari handphone. Apabila terbayang di benak kamu, WTC Surabaya layaknya pasar, dengan tempat yang kotor dan tidak nyaman, banyak tipu-tipu di dalamnya, diragukan keaslian barangnya, belum lagi bertebaran calo-calo menjajakan layanan jual beli handphone bekas yang membuat kamu risih, itu persepsi yang SALAH! 

WTC Surabaya kian terus berbenah. Sebuha pemikiran yang inovatif dan kreatif menjawan tantangan kemodernitasan, General Manager WTC Surabaya Bapak budiarto W Hadipraja menghadirkan wajah baru dari WTC. Penasaran bukan seperti apa wajah baru dari WTC? 

WTC Surabaya yang semula terdiri dari 3 lantai saja, kini dikembangkan menjadi 6 lantai. Proyek pembangunan terus bergeliat dengan berusaha membangun image fresh dan tampil unik. Jika saja kamu biasanya ke WTC hanya sekedar membeli handphone atau aksesorisnya, begitu saja, lalu keluar dari WTC, kini suasana nyaman kualitas mall diciptakan. Pembangunan ini juga diikuti oleh perubahan konsep dan logo. Nama WTC yang terkesan kuno, diubah menjadi berwarna warni ceria dan cerah, dan ditambahkan emall untuk memperjelas bahwa WTC merupakan pusat digital.

Penulis merasakan sendiri suasana di WTC emall, begitu menginjakkan kaki di pelataran pintu masuk utama WTC emall, terdapat eskalator super panjang, yang menghubungkan dari lnatai bawah hingga ke lantai atas. Dilanjutkan penulis mulai masuk ke dalamnya, lantainya diubah menjadi keramik sehingga terkesan lebih elegan, penataan toko-toko yang rapi, pemilihan warna dinding, warna keramik, dan void kaca yang terkesan lapang dan terang, membuat penulis penasaran menelusurinya hingga ke lantai 6.







Pada lantai 1 terdapat area untuk pameran produk yang terbuka dimana dapat dilihat dari smeua sudut termasuk dari lantai atas. Di samping itu, pada lantai 1 hingga lantai 5 terdapat banyak toko-toko handphone dan aksesorisnya. Nah, begitu menginjakkan kaki di lantai 6, spot unik terlihat. 







Lantai 6 ini dinamakan Food Galeria, bukan konsep food court yang diusung melainkan lebih dari itu, karena WTC emall ingin juga menciptakan tempat nongkrong yang asyik buat komunitas. Berderetan makanan dari restoran terkenal hadir di Food Galeria, juga dilengkapi stand khusus minuman. Yang unik adalah tempat untuk menikmatinya, karena meja makan dan kursi yang disediakan begitu unik dan nyaman dengan suasana spot yang berbeda. Di sisi ujung Food Galeria, terdapat community corner, yang menyediakan tempat nongkrong untuk kamu dan temen atau komunitasmu hingga mencapai 50 orang, begitu asyik tempatnya dengan aneka meja kursi, dari kursi tinggi hingga meja kotak kecil. (ketika Penulis ke sana, masih dikerjakan community corner nya, tapi sudah terlihat begitu asyik) Jadi bisa juga untuk acara komunitasmu nih. Di samping tempat indoor ini, kamu juga dapat menikmati keindahan kota surabaya dari lantai 6 dengan area outdoor, bagus juga buat kamu yang demen merokok. 



WTC emall merupakan satu-satunya mall di Surabaya sebagai pelopor untuk self service. Dimana, kamu harus mengambil sendiri makanan dan minuman yang kamu pesan, juga hasil makanan dan minuman yang telah kamu nikmati, wajib untuk ditaruh di tray station. Bagaimana tidak keren! kita akan terdidik untuk self service. 



Untuk kamu yang masih penasaran, segera aja ke WTC emall maka kamu pasti akan mendapatkan pengalaman yang mengasyikkan dan luar biasa, jangan lupa ajak komunitasmu untuk nongkrong bareng ya.

Untuk kamu yang pengen bertanya-tanya atau reservasi untuk community corner, dapat cuss,.. ke kantor WTC emall di lantai atasnya Food Galleria (selantai dengan restoran Angus House).

Untuk kamu yang mau ikutan lomba blog, nih info bannernya :





Sakuku : Kantong Uang Kekinian

Kamis, September 15, 2016 2 komentar
Alkisah ini adalah sebuah cerita nyata, dengan 2 pemeran, yaitu aku sendiri (Ratna) yang bergelar Istri dan memiliki nama sayang BakPao, dan hubby tercinta (Tom) alias suami dan memiliki nama sayang PenCit. 

*Sekilas info : PenCit merupakan kepanjangan dari perut buncit dan BakPao adalah makanan kesukaanku, makanya tak heran pipi gue 'nyempluk' hihihi. Hahaha memang kite berdua hobi kuliner :p Ini merupakan nama panggilan 'sayang' sewaktu pacaran. Durasi pacaran yang hanya 10 tahun namun cukup terasa lama ini, membuat nama panggilan itu melekat hingga kita akhirnya menikah*




Inilah sekelumit kehidupan kita, asik, seru, rempong, namun tetep kompak. Kebetulan kita hanya selisih setahun dan sama-sama gemar update akan hal-hal yang 'eksis'. Iya dong, kita kan pengen dipanggil anak gaul a.k.a anak eksis hihihihi... :D Terlebih dengan adanya smartphone dan internet, seakan kita dapat memeluk dunia ini. 


Akhir September 2015 lalu, wuih kita uda ramai-ramainya dengan Sakuku, yang merupakan produk inovatif terbitan Bank BCA. Apa tidak keren, lha Sakuku menawarkan beragam kepraktisan, pas banget buat kita-kita yang ngaku gaul ini. Btw, pada 'ngeh' kan aku ngomong Sakuku? Sakukuku itu merupakan aplikasi jadi bisa 'didonlot' dari playstore ataupun google play. Dari namanya aja, identik banget kan dengan kantong, yap!!! pada bener kalian! ini adalah kantong elektronik. Di dalam Sakuku yang telah kita install ini, terdapat beragam fitur yang membuat hidup semakin praktis gitu loooh...





Eits, emang akunya punya Sakuku? Jelas punya donk! tuh Pencit juga punya jugaan, edisi kompak nie ceritanya hehehe...

Oh iya, Sakuku ini dapat digunakan oleh siapa saja yang sudah install aplikasi Sakuku ya, tidak peduli nasabahnya BCA atau tidak, bebas. Begini ya cara register pertama kalinya.





 

Setelah diinstall dan buka aplikasi Sakuku, maka untuk register awal kita diinterogasi sedikit, meliputi nama lengkap, alamat email, tanggal lahir, dan disuruh membuat 6 digit numerik sebagai PIN. Untuk register awal ini awal ini akan dikenakan biaya SMS untuk verifikasinya, lagi-lagi pastikan dulu HP nya ada pulsanya. That's all ngga pake ribet, langsung kita dapat login dengan menggunakan PIN yang sudah dibuat tadi. Jadi jangan amnesia ya soal PIN! Lha terus ngga ada username atau nomer Sakuku? Jawabannya adala... Ada, yaitu dengan nomor handphone, so simple kan.... ahhh hidup ini simple ngapain dibikin repot sendiri. 




                               

*catatan: kalau kita re-install ulang aplikasi Sakuku atau melepas SIM Card kemudian memasukkannya kembali atau ganti HP, maka kita akan diminta register ulang seperti di awal tadi. But, don't worry segala history transaksi atau saldo bakalan aman, asal nomor HP nya sama :p *

Pada halaman utama Sakuku, kita dapat mengganti foto profil maupun foto cover. Aih, betapa girangnya hatiku...hatiku...hatiku. Selfie jepret sana-sini dan 'pamerin' di Sakuku. Inilah tampilan Sakuku punya aku, mana punya kalian???




Ibarat punya dompet besar tapi tidak berisi uang buat apa? Saldo Sakuku masih nol nih. Ah bujuk rayu ke PenCit supaya di top up hehehe.. Oh iya, untuk top up Sakuku, harus sebagai nasabah BCA ya, karena top up dapat dilakukan pada ATM BCA, KlikBCA Individual, dan BCA Moile, pokoknya yang berbau-bau BCA


Aih PenCit rupanya super baik padaku, pas di tanggal muda *maklum habis gajian*, aku mendapat top up saldo Sakuku dari PenCit. Tak tanggung-tanggung sebesar Rp. 500.000 jrengggg.... dan ini dilakukan via KlikBCa Individual. 




Konon, kata PenCit sih super mudah, pilih saja menu Fund Transfer, dan pilih Transfer to Sakuku. Isikan nomor HP Sakuku yang akan di top up. Dan treng.... HP ku berbunyi tanda ada notifikasi dari Sakuku. 




Yuhu... aku punya uang elektronik Rp. 500.000 di Sakuku. Sik asik.... Eh, tapi tak selang berapa lama, PenCit minta di transfer untuk biaya tambal ban karena kempes mendadak. Ih, asli sebel tapi demi Pencit supaya bisa pulang ke rumah, aku mentransfernya Rp. 100.000 via Sakuku, tak lupa minta oleh-oleh leker yang di depan kantor Pencit :p



Menu transfer ini hanya untuk pengguna Sakuku Plus ya. Ayooo buruan upgrade Sakuku kalian ke Sakuku Plus, karena nantinya akan terbuka semua fitur komplitnya khusus pengguna Sakuku Plus. But, Sakuku Plus ini hanya untuk nasabah BCA ya karena nanti data diri akan dicocokkan dan disesuaikan dengan data di rekening BCA




Aku sebagai pengguna Sakuku Plus, maka aku akan mendapat fitur komplit, dimana saldo Sakuku aku bisa mencapai Rp. 5.000.000 kalau yang Sakuku biasa aja hanya Rp. 1.000.000. Trus, dalam Sakuku Plus, aku dapat transfer maupun minta ditransferin ke sesama pengguna Sakuku Plus, tarik tunai di ATM BCA yang berlogo Sakuku - satu ini solusi paling tepat kalau pas ketinggalan dompet, kalau ketinggalan HP frekuensiku lebih jarang wkwkwk, dan... fitur terkeren adalah Split Bill, berbagi tagihan, paling cocok untuk soal urusan urunan. Ngga ada biaya tambahan join dalam Sakuku Plus justru kita akan dapat banyak manfaatnya, So... ayo ayooo upgrade ke Sakuku Plus biar isa 'urunan' dalam split bill hihihihi *modus*


Nah, kalau kalian perhatikan gambar-gambar di atas, awal muasalnya namaku hanyalah Ratna Jaya Kusumawati, namun ketika aku terdaftar sebagai Sakuku Plus, maka otomatis berubah ke Tan Ratna Jaya Kusumawati sesuai data di rekening BCA. *Ah, tidak bisa pakai nama alay*


Dalam menu transfer ini, aku dapat mengirim uang maupun meminta uang. Tapi baik pengirim maupun penerima, kedua-duanya harus sebagai pengguna Sakuku Plus ya. Mudah banget, pada kasus ini aku mengirim unag ke PenCit sebesar Rp. 100.000 dan aku dapat membubuhkan pesan. Last, klik Lanjut, dan dalam hitungan detik saja semua transaksi akan beres diproses. Saldoku berkurang Rp. 1000.000 yang berpindah ke PenCit.


Yeah, akhirnya suami a.k.a PenCit pulang ke rumah dengan selamat dan kita makan leker sambil nonton TV. Malam itu berlalu dengan indah *sensoooorrrrr*


*******


Sakuku Plus jadi penolongku, bagaimana tidak, di Sabtu sore, mana tiba-tiba klien menghubungiku namun suaranya putus-putus tidak jelas,. Nah, aku tentu saja 'mengejar' klien dengan menelponnya balik. Waduh, I'm running out of PULSA. Celingak-celinguk, sambil garuk-garuk, toleh sana sini cari counter pulsa, tidak ada satupun. Huih, beruntung ingatanku cukup tajam. Segera aku membuka aplikasi Sakuku, pada menu kupilih Isi Pulsa. 


Pada menu Isi Pulsa, kita dapat mengisi pulsa ke nomor sendiri ataupun nomor orang lain walalupun orang lain itu tidak mempunyai Sakuku. Bahkan kita juga dapat meminta untuk diisikan pulsa ke sesama pengguna Sakuku. Ah yang terakhir ini bisa dicoba untuk meminta isi pulsa ke PenCit hihihihi sssttttt jangan bilang-bilang yaaaa.....


Napasku lega, aku masih mempunyai Saldo Sakuku, segera aku mengisi ke nomorku sendiri dan nominalnya tinggal dipilih, terkecil 25.000 ya. Dan dalam hitungan detik, transaksi sudah berhasil. Aku tidak kehilangan klien itu. Sip sipppp *no traktir yaaa gggrrrr*


Hepiii banget bisa dapetin klien kelas kakap yang hampir saja terlepas dari kail ku, dan... saatnya me time, yup! shopping. Namun kadang waktu tidak memungkinkanku untuk pergi ke mall, tapi untunglah sekarang sudah jamannya shopping online, so aku tetep isa berbelanja walau dari belakang meja kantorku. Berbagai alternatif metode pembayaran ditawarkan, termasuk Sakuku. FYI, Sakuku telah bekerjasama dengan berbagai merchant baik online maupun offline sebagai alat pembayaran customer. Tentunya super simple dan no no ribet. 


Kali ini, aku butuh banget 'penyegaran' untuk wajahku. Nah, kebetulan barang yang kuincar itu ada di online shop yang telah bekerjasama dengan Sakuku. Pengen tau ya, gimana aku berbelanja dan membayarnya dengan Sakuku? Oh, itu sangat mudah kawan, seperti biasa masukkan barang yang diinginkan ke cart, dan terakhir pilih metode pembayaran Sakuku




Seketika setelah kita memilih metode pembayaran Sakuku, maka kita akan dibawa ke websitenya Sakuku, dimana kita dipandu untuk memasukkan nomor HP Sakuku dan kemudian trala... muncul QR code. Nah QR code ini harus di scan ke dalam aplikasi Sakuku. Waduh garuk-garuk kepala nih, karena aku belanja online melalui HP yang sama dengan Sakuku. Aha! comot HP temen sebentar buat moto QR code nya. Lalu aku login ke Sakuku dan scan QR code dari hasil foto di HP temen. Done deh! masalah selesai, dan akhirnya transaksi berhasil. Tinggal menunggu paketan tiba di rumah, asekkkkk....




Dan... tanpa menunggu waktu yang lama alias tidak jelas, langsung saja pembayaranku melalui Sakuku dikonfirmasi oleh online shopnya. Yeay, sukses!


*mau tau merchant apa saja yang telah bekerjasama dengan Sakuku? yuk intip saja di sini. Awalnya waktu Sakuku diluncurkan September 2015, merchant nya hanya sedikit looo, sekarang sudah bejibun banyaknya, dan ke depannya tentu saja BCA akan semakin menambah merchant-merchant Sakuku so jadi asik kita belanjanya*


Biasa ya, apalagi cewek seperti diriku, waktu shopping enak pilih sana sini tanpa pikir panjang, nah setelah bayar baru deh kerasa. OMG! cukup banyak juga pengeluaranku untuk me time. Waduh penuh sesal di dadaku. Putar otak, akirnya punya cara lihai, minta bantuan lagi-lagi ke PenCit untuk urunan dalam fitur Split Bill.




Split Bill ini untuk sesama pengguna Sakuku Plus ya, ngiler kan? yuk upgrade saja ke Sakuku Plus. Pada menu, pilih Split Bill. Di sana kita dapat mengisi jumlah tagihannya berapa. Kalau tadi aku habis belanja sebesar Rp. 165.000, so sejumlah itu yang mau ku split. Aku pilih PenCit untuk urunan denganku, Di dalam menu Split Bill kita juga dapat langsung membagi jumlah tagihan secara rata, namun karena aku mempunyai hati nurani, PenCit kumintai urunan hanya Rp. 50.000 dan sisanya aku, plus aku dapat menambahkan pesan. 


Kemudian, apa langkah selanjutnya? Menunggu persetujuan Pencit untuk meng-approve permintaan split bill ku itu. Durasi kadaluarsanya +/- 1 hari. Dan... setelah menungggu tak berapa lama, Hp ku berbunyi notifikasi Sakuku. Yes! yes! yessss!!!! permintaan Split Bill ku disetujui.... Yuhu!!!! ada tambahan sebesar Rp. 50.000 dari hasil Split Bill masuk ke saldo Sakuku. 


MENU

INFO
Biru: Debet (uang masuk)
Merah: Kredit (uang keluar)

INBOX
Nah, kalau kalian perhatian... kalau ngga, tolong perhatikan ya! pada layar aplikasi Sakuku bagian bawah terdapat 3 tab, menu untuk melihat fitur-fitur yang dapat kita gunakan sebagai Sakuku ataupun Sakuku Plus. Lalu yang du tengah adalah INFO untuk melihat saldo dan catatan transaksi, dan yang di sebelah kanan INBOX untuk melihat semua status dan bukti transaksi. (tampak pada gambar di atas)

*******


Di suatu sore hari, sepulang kantor nunggu jemputan PenCit. Treng... HP ku berbunyi ada notifikasi Sakuku. Yuhu!!! dapat transferan dari PenCit Rp. 50.000 seneng seih, tapi sedihnya itu buat diriku naik angkot :( PenCit ngga jemput aku hiks hiks :(




Nah, episode kali ini ceritanya aku lagi hangout bareng temen-temen jaman SMA, yup! reunian bisa dibilang seperti itu. Ke mall donk! OMG! baru 'nyadar' kalau aku lagi-lagi lupa bawa dompet, otomatis segala kartu-kartuan maupun fulus tak kubawa. Beruntunglah HP tak pernah ketinggalan dariku. Lha kan lagi asik-asiknya chat ama temen untuk janjian reuni, jadi kagak mungkin ketinggalan :p

Nah, pas sudah di mall nih ceritanya, kumpul bareng di sebuah cafe. Gosip sana gosip sini, dan... kutinggal sebentar untuk ke ATM. Ya! aku mau tarik tunai Sakuku via ATM yang sudah ada logonya Sakuku. Dan, asiknya tanpa perlu kartu ATM. Mau tau ya caranya? Boleh kok, yuk ikuti aku ya....




Pas di mall yang kudatangi bareng temen-temen, ada MyBCA, luas banget tempatnya dan super komplit. Serasa punya bank sendiri, keren... Bisa tarik tunai, setor tunai, cetak buku, halo BCA, buat tabungan, klikBCA, apa aja deh semua bisa, jadi kita tidak perlu ijin jam kantor buat ke bank yang tutup sore. MyBCA buka sampai malam mengikuti jam mall. Kalau di kotaku tercinta Surabaya, saat ini baru ada 2 mall yang ada MyBCA nya, semoga ke depan BCA cepat memperbanyaknya :D Hip hip huray... mesin tarikan tunainya ada logo Sakuku, that means bisa tarik tunai Sakuku di mesin ATM ini. Lo... tapi ngga bawa kartu ATM nya, kan tertinggal di rumah? Nah, ini nih kerennya, aku bisa tarik tunai Sakuku tanpa menggunakan kartu ATM.


 

Langkah pertama setelah kita menemukan ATM berlogo sakuku, maka melalui aplikais Sakuku yang ada di ponsel, klik menu tarik tunai. Lalu kita dapat memilih jumlah uang yang mau ditarik, mulai dari Rp. 50.000 hingga Rp. 250.000 kelipatan 50.000 atau bisa juga nominal lain hingga Rp. 1.250.000. Karena mesin ATM di depanku adalah pecahan Rp. 100.000, maka kupilih saja yang nominal Rp. 100.000. Kemudian langsung di ponselku menampilkan 6 digit kode tarik tunai yang nanti perlu untuk dimasukkan ke mesin ATM nya untuk verifikasi. Masa berlaku kode tarik tunai adalah 2 jam, saran sih, enak temuin terlebih dahulu mesin ATM nya baru pencet tarik tunai di aplikasi Sakuku, kayak eike :D




Kini aku sudah berada tepat di depan layar ATM. Pada menu utama, tanpa memasukkan kartu ATM, di layar bagian bawah tertulis TARIK TUNAI SAKUKU, dipencet saja, kemudian layar memerintahkan untuk memasukkan nomor HP Sakuku dan kode tarik tunai 6 digit yang telah diperoleh sebelumnya via aplikasi Sakuku. Dan... yeay! aku dapat uangnya ^^ Simple kan ya? cukup 4 langkah aja (gue rangkum ya):

1. Ponsel >> kode tarik tunai
2. Pergi ke ATM berlogo Sakuku
3. ATM >> masukkan nomor HP
4. ATM >> masukkan kode tarik tunai
DONE!

Untuk jelasnya, nih video yang sempat kuabadikan kala aku sednag tarik tunai (harap maklum video amatir)





Itulah sekelumit alkisahku, tertarik? Ya join saja ke Sakuku! Sudah punya? yuk sharing dong pengalamanmu :D






berpartisipasi dalam "My BCA Experience" Blog Competition


Salam Pencit - Bakpao O.O